Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
ORGANISASI Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan para mitra berencana meningkatkan produksi minyak pada tahun depan agar pasar global seimbang.
“Ada risiko bahwa pemulihan permintaan terhenti oleh peningkatan kasus covid-19 di banyak negara,” bunyi laporan Badan Energi Internasional (IEA), Rabu (14/10).
Pada saat yang sama, pasar akan menerima pasokan baru di awal tahun depan. Sebab, OPEC dan mitranya melonggarkan beberapa kebijakan untuk mencegah kelebihan produksi.
Baca juga: Perbaikan Data Ekonomi AS Angkat Harga Minyak
Tingginya kasus covid-19 membuat pasar mempertanyakan rencana OPEC dan sekutunya terkait penambahan pasokan. Namun, Menteri Energi Uni Emirat Arab Suhail Al Mazrouei menyebut saat ini OPEC dan sekutunya masih berencana melanjutkan peningkatan produksi sesuai jadwal.
Permintaan minyak global masih terpantau turun hingga 8%, yang disebabkan krisis ekonomi akibat pandemi covid-19. Untuk mengimbangi penurunan dan menopang harga minyak, OPEC dan sekutunya telah mengurangi produksi berskala besar.
Baca juga: OPEC Sepakat Pangkas Produksi Minyak 10 Juta Barel
Organisasi yang beranggotakan 23 negara akan menambah sekitar 1,9 juta barel minyak per hari pada Januari 2021. Itu berdasarkan kesepakatan yang dibuat awal tahun ini untuk mengantisipasi tingginya permintaan.
"Prospek yang tidak pasti dapat menyebabkan pergerakan saham goyah. Tercermin dari fakta bahwa harga minyak sudah melemah," lanjut laporan IEA.
OPEC dan mitranya akan mengadakan pertemuan untuk membahas prospek pasar. Sebelum akhirnya menyelesaikan rencana akhir pada November.(Bloomberg/OL-11)
Pasca-COP30, Indonesia dan Brasil perlu memperkuat poros kepemimpinan Global South melalui diplomasi aktif.
Donald Trump mengatakan Amerika Serikat akan memperoleh miliaran dolar, bahkan kemungkinan triliunan dolar, dari penjualan minyak Venezuela.
Donald Trump mengeklaim Venezuela akan menyerahkan antara 30 hingga 50 juta barel minyak kepada AS menyusul operasi militer Washington dan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Presiden AS Donald Trump menuntut otoritas sementara Venezuela menyerahkan hingga 50 juta barel minyak. China dan Rusia kecam langkah AS sebagai pelanggaran kedaulatan.
Presiden Venezuela Nicolás Maduro mengecam klaim Donald Trump terkait "pencurian" aset AS. Maduro menyebut Washington tengah menjalankan diplomasi barbarisme.
Amerika Serikat menjatuhkan sanksi baru terhadap enam kapal pembawa minyak Venezuela dan keluarga Presiden Nicolás Maduro, sehari setelah penyitaan tanker Skipper.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved