Jumat 10 April 2020, 14:11 WIB

OPEC Sepakat Pangkas Produksi Minyak 10 Juta Barel

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
OPEC Sepakat Pangkas Produksi Minyak 10 Juta Barel

AFP/Alexander Klein
Logo OPEC.

 

ANGGOTA OPEC dan sekutu sepakat untuk memangkas lebih dari seperlima produksi untuk mengatasi turunnya permintaan yang disebabkan pandemi virus korona (covid-19).

Kelompok itu menyatakan segera memangkas produksi minyak pada Mei dan Juni sebesar 10 juta barel demi mendongkrak harga. Pemangkasan kemudian akan berkurang secara bertahap sampai April 2022.

OPEC+, yang terdiri dari produsen OPEC dan sekutu termasuk Rusia, mengadakan pembicaraan pada Kamis (9/4) ini melalui telekonferensi. Perundingan berjalan rumit karena perselisihan antara Rusia dan Arab Saudi.

Baca juga: Virus Korona Kian Ekspansif, Harga Minyak Terus Turun

OPEC dan sekutu sepakat untuk memotong 10 juta barel atau 10% dari pasokan global. Sementara 5 juta barel lainnya diperkirakan berasal dari pemangkasan negara lain.

Pemangkasan akan berkurang menjadi 8 juta barel per hari antara Juli dan Desember. Kemudian akan dipangkas kembali menjadi 6 juta barel antara Januari 2021 dan April 2022.

Pada Maret lalu, harga minyak anjlok setelah OPEC+ gagal menyetujui pemangkasan produksi. Setelah pertemuan Maret, Arab Saudi dan Rusia bergerak untuk meningkatkan produksi dengan tujuan mempertahankan pangsa pasar di tengah lesunya permintaan global.

Baca juga: Trump: Rusia-Saudi Berpotensi Pangkas Produksi Minyak

Pembicaraan pada Kamis ini akan dilanjutkan dengan konferensi lainnya pada Jumat (10/4) waktu setempat. Dalam hal ini melibatkan menteri energi dari negara-negara G20, dan akan diselenggarakan Arab Saudi.

Kirill Dmitriev, kepala dana investasi Rusia dan salah satu negosiator minyak top Moskow, berharap produsen lain di luar klub OPEC+ bergabung dengan keputusan tersebut, yang mungkin berlaku selama pertemuan G20.

Sejauh ini, Amerika Serikat (AS) belum berkomitmen pada pengurangan produksi minyak. Meski Washington mengklaim produksi minyak secara bertahap berkurang akibat harga minyak dunia terpuruk. Presiden AS, Donald Trump, telah memperingatkan Saudi bahwa AS akan menjatuhkan sanksi, jika monarki tidak memangkas produksi minyaknya.(BBC/OL-11)

Baca Juga

medcom.id

Menlu Pakistan Positif Covid-19

👤Antara 🕔Sabtu 04 Juli 2020, 09:48 WIB
Menlu Pakistan Qureshi mengarantina diri di rumah dan akan bekerja dari...
AFP/Sujit Jaiswal

Koreografer Bollywood Saroj Khan Meninggal Dunia

👤Antara 🕔Sabtu 04 Juli 2020, 08:55 WIB
Saroj yang berusia 71 tahun ini meninggal akibat serangan...
AFP

Partai Republik Khawatir Trump bakal Kalah di Pilpres AS

👤MI 🕔Sabtu 04 Juli 2020, 01:15 WIB
BEBERAPA petinggi Partai Republik mulai khawatir jelang kontestasi pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat (AS) pada November...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya