Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
KBRI New Delhi telah memfasilitasi kepulangan tiga nelayan KM Athiya 02 asal Aceh, mereka bernama Munazir, Kaharuddin dan Azman Syah. Ketiganya pulang menuju Indonesia pada Rabu (7/10) menggunakan pesawat repatriasi Garuda Indonesia GA 8270. Pesawat yang sama juga mengangkut para WNI yang tertahan di India, melalui bandara internasional Indira Gandhi.
Sebelumnya, ketiga nelayan tersebut telah memasuki wilayah laut Kepulauan Andaman dan Nicobar, India, secara tidak sah pada 22 September 2019 dan kemudian ditangkap oleh polisi pantai India dengan tuduhan tidak memiliki dokumen resmi (paspor dan visa) dan melakukan illegal fishing.
Pada 5 Maret 2020, pengadilan di Andaman dan Nicobar telah memutuskan bebas kepada ketiga nelayan tersebut. Namun, mengingat Maret 2020 pandemi covid-19 telah merebak di beberapa negara bagian India, dan karantina wilayah, maka mengakibatkan kesulitan KBRI New Delhi untuk memulangkan mereka ke tanah air.
Selanjutnya dengan beberapa upaya yang dilakukan oleh KBRI, pada 3 Oktober 2020, KBRI telah mengutus Pejabat dan stafnya menuju Port Blair, Andaman, untuk menjemput ketiga nelayan itu agar dapat dievakuasi ke New Delhi.
Setibanya di Port Blair, Tim KBRI telah melakukan beberapa pendekatan kepada beberapa otoritas setempat seperti kantor registrar, imigrasi, dan kepolisian, sehingga ketiga nelayan tersebut dapat dievakuasi ke New Delhi, untuk selanjutnya bersama para WNI lainnya dapat kembali ke Jakarta, Indonesia.
Duta Besar Indonesia untuk Republik India, Arto Suryodipuro, mengungkapkan rasa suka citanya karena KBRI New Delhi dengan segala upaya dapat memulangkan ketiga nelayan yang telah meninggalkan keluarganya lebih dari setahun lamanya.
Dubes Arto juga menyampaikan apresiasi kepada otoritas di Andaman dan Nicobar yang telah memberikan kemudahan dan dukungan. Pemulangan ketiga nelayan ini juga tidak terlepas dari dukungan dan kerja sama yang intensif antara KBRI New Delhi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan juga Direktorat Pelindungan WNI dan BHI, Kemlu. (RO/OL-12)
Berikut adalah analisis mendalam mengenai perbedaan Virus Nipah dan COVID-19 berdasarkan data medis dan epidemiologi terkini.
Virus Nipah adalah virus RNA yang termasuk dalam genus Henipavirus dari famili Paramyxoviridae.
WABAH virus Nipah di negara bagian India menyebabkan kewaspadaan kesehatan di sejumlah negara., ini cara mengurangi risiko tertular virus nipah
Bandara-bandara di beberapa wilayah Asia mulai memperketat pengawasan kesehatan dan pemeriksaan perjalanan setelah wabah virus Nipah di negara bagian India. Thailand, Nepal, dan Taiwan
Studi terbaru mengungkap masa depan budidaya alpukat di India. Meski permintaan tinggi, perubahan iklim dan emisi karbon mengancam keberlanjutan panen.
Meski secara teknis lapangan tidak jauh berbeda dengan turnamen lain, ia berharap kondisi lingkungan pertandingan lebih optimal saat laga dimulai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved