Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
ISRAEL memperkuat langkah-langkah untuk menahan infeksi virus korona (covid-19), Kamis (24/9). Pasalnya, lock down nasional kedua gagal menurunkan tingkat infeksi tertinggi di dunia sepekan setelah diberlakukan.
Israel memiliki tingkat infeksi virus korona per kapita tertinggi di dunia. Menurut penghitungan AFP dari dua minggu terakhir, lebih dari 200.000 infeksi telah dicatat dari populasi 9 juta jiwa.
Aturan baru akan menutup sebagian besar tempat kerja, pasar, dan selanjutnya membatasi kapasitas ibadah dan demonstrasi.
"Menyelamatkan nyawa adalah prioritas kita. Kita hidup di saat krisis nasional," ujar Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam konferensi pers yang disiarkan televisi, Kamis malam, membenarkan keputusan untuk memperketat pembatasan.
"Negara Israel akan mengatasi epidemi dan kita akan menjadi lebih kuat," tambahnya tanpa merinci semua tindakan yang diambil oleh pemerintahnya.
Langkah itu dilakukan ketika Israel bersiap untuk memasuki minggu kedua dari tiga minggu penguncian yang diberlakukan Jumat lalu, termasuk penutupan sekolah dan pembatasan pekerjaan. (OL-14)
Thomas Djiwandono mengusulkan agar pemerintah dan bank sentral meninggalkan skema burden sharing yang diterapkan pada masa pandemi covid-19.
Melihat ancaman besar terhadap keberlanjutan layanan kesehatan dasar, dr. Harmeni mendirikan Symptomedic, platform telemedisin dan layanan pengantaran obat.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Sengketa gaji Cristiano Ronaldo dengan Juventus terkait penundaan pembayaran saat pandemi covid-19 masih berlanjut. Putusan arbitrase dijadwalkan 12 Januari 2026.
Teknologi vaksin mRNA, yang pernah menyelamatkan dunia dari pandemi covid-19, kini menghadapi ancaman.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved