Headline
Ada unsur yang ingin Indonesia chaos.
DALAM 24 jam terakhir, India mencatat 92.071 kasus baru covid-19. Sehingga, total kasus positif covid-19 di negara itu mencapai 4,85 juta orang.
Negara terpadat kedua di dunia mulai mendekati Amerika Serikat (AS), yang kasusnya tertinggi secara global. Sejak pertengahan Agustus, kasus harian di India bahkan melampaui laporan di AS.
Baca juga: Tes Covid-19 di India Kurang Akurat, Ahli Kesehatan Khawatir
Tingkat kematian akibat covid-19 di India sejauh ini lebih rendah dibandingkan tingkat infeksi. Namun, jumlah kasus kematian bertambah 1.100 orang dalam 24 jam terakhir. Dengan begitu, angka kematian akibat covid-19 di India mencapai 79.722 orang.
Sebelumnya, otoritas India tengah mempertimbangkan untuk memberikan otorisasi darurat terkait vaksin covid-19. Khususnya, untuk orang tua dan pekerja di tempat berisiko tinggi.
"India sedang mempertimbangkan otorisasi darurat untuk vaksinasi covid-19. Jika ada konsensus, kami dapat melanjutkannya. Terutama dalam kasus warga lanjut usia dan orang bekerja di lingkungan berisio tinggi,” papar Menteri Kesehatan India Harsh Vardhan.
Baca juga: Pandemi Covid-19 Ancam Populasi Masyarakat Adat di India
Pihaknya ingin mempersingkat uji coba vaksin fase III, jika mendapat otorisasi darurat. Namun, uji klinis dan vaksin akan tersedia dengan pemerintah memastikan keamanan dan keakuratan.
Sejauh ini, otoritas belum menetapkan waktu peluncuran vaksin covid-19. Akan tetapi, hasil uji coba vaksin tambahan harus ada pada kuartal I 2021.(CNA/OL-11)
Campak lebih menular empat hingga lima kali lipat dibanding covid-19. Karenanya, cakupan imunisasi harus amat tinggi supada ada herd imunity.
Penelitian terbaru mengungkap infeksi flu biasa atau rhinovirus mampu memberi perlindungan jangka pendek terhadap covid-19.
PASCAPANDEMI, penggunaan masker saat ini mungkin sudah tidak menjadi kewajiban. Namun demikian, penggunaan masker nyatanya menjadi salah satu benda penting untuk melindungi diri.
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Teknologi vaksin mRNA, yang pernah menyelamatkan dunia dari pandemi covid-19, kini menghadapi ancaman.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved