Kamis 10 September 2020, 13:05 WIB

AS Optimistis Blokade 3 Tahun Qatar Bakal Segera Berakhir

Faustinus Nua | Internasional
AS Optimistis Blokade 3 Tahun Qatar Bakal Segera Berakhir

AFP
Marzouq al-Ghanim dan David Schenker di Kuwait pada

 

Diplomat Amerika Serikat (AS) untuk Timur Tengah, David Schenker menyatakan optimisme baru bahwa blokade tiga tahun atas Qatar oleh negara-negara Arab akan segera berakhir.

Schenker mengungkapkan bahwa kemajuan dapat dibuat dalam beberapa minggu untuk mengakhiri blokade tiga tahun tersebut. Menurut Schenker, ada tanda-tanda fleksibilitas dalam negosiasi.

"Saya tidak ingin membahas seluruh diplomasi di dalamnya, tetapi ada beberapa gerakan. Saya ingin mengatakan bahwa ini akan menjadi masalah berminggu-minggu," kata Schenker.

Meski demikian, dia mendesak agar tetap berhati-hati. Pasalnya, belum ada perubahan mendasar dalam pembicaraan yang akan segera menghasilkan resolusi.

Perselisihan tersebut terjadi sejak 2017 ketika Uni Emirat Arab (UEA), Arab Saudi, Bahrain, dan Mesir memberlakukan boikot terhadap Qatar. Negara-negara Arab itu memutuskan hubungan diplomatik dan transportasi dengan menuduh Qatar mendukung terorisme.

Kuwait dan AS telah mencoba menengahi keretakan yang telah merusak upaya Washington untuk membentuk front persatuan melawan Iran, yang berjuang untuk supremasi regional dengan Arab Saudi.

"Tidak ada perubahan mendasar. Kami akan membuka pintu sekarang, tetapi dalam pembicaraan kami, kami merasa ada lebih banyak fleksibilitas. Jadi, kami berharap kami dapat mendekatkan kedua belah pihak dan akhiri gangguan ini," ujar Schenker.

"Ini adalah dua sisi yang digali, namun ada pengakuan bahwa ini adalah gangguan dari Iran," ungkapnya.

Baca juga: AS Cabut Lebih Dari 1.000 Visa WN Tiongkok

Meningkatkan diplomasi

Schenker mengatakan Washington telah terlibat dalam upaya untuk mengakhiri keretakan di tingkat tertinggi, termasuk Presiden Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo. Negara-negara yang memboikot itu menetapkan 13 tuntutan, termasuk menutup Jaringan Media Al Jazeera, menutup pangkalan militer Turki, menurunkan hubungan dengan Iran, dan memutuskan hubungan dengan Ikhwanul Muslimin.

Qatar pada bulan Juli memenangkan putusan di Mahkamah Internasional karena melawan pembatasan wilayah udara oleh negara-negara Arab lainnya.

Presiden Donald Trump, yang memiliki hubungan dekat dengan para pemimpin Saudi dan Emirat, awalnya berpihak pada Qatar, tetapi sejak itu AS berusaha meredakan ketegangan. Washington memiliki pangkalan udara utama di luar ibu kota Qatar, Doha.

Pemerintahan Trump telah meningkatkan diplomasi di Teluk karena berusaha menunjukkan pencapaiannya menjelang pemilihan November. Dalam beberapa pekan terakhir, AS menandatangani kesepakatan dengan UEA untuk secara resmi menormalkan hubungannya dengan Israel dan telah bekerja secara terpisah dengan Qatar untuk bernegosiasi dengan Taliban Afghanistan. (AlJazeera/OL-14)

 

Baca Juga

AFP

Sejumlah Negara Perketat Pembatasan Masuk dari Luar Negeri

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Senin 25 Januari 2021, 23:50 WIB
Amerika Serikat akan bergabung dengan Prancis, Israel, dan Swedia dalam membatasi kedatangan...
Alexei Druzhinin / Sputnik / AFP

Vladimir Putin Terancam Dikiritik saat di Forum Ekonomi Dunia

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 25 Januari 2021, 23:13 WIB
Negara-negara Barat sedang mempertimbangkan kemungkinan penerapan sanksi baru terhadap Rusia atas perlakuan pemerintah Rusia terhadap...
AFP/Mladen Antonov

Soal Vaksin Tiongkok tidak Ingin Bersaing dengan India

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 25 Januari 2021, 22:56 WIB
Pemerintah Tiongkok tidak ingin terlibat persaingan atau berkonfrontasi soal vaksin Covid-19 dengan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya