Kamis 10 September 2020, 11:44 WIB

AS Cabut Lebih Dari 1.000 Visa WN Tiongkok

Faustinus Nua | Internasional
AS Cabut Lebih Dari 1.000 Visa WN Tiongkok

AFP/Frederic J BROWN
Mahasiswa Tiongkok di Amerika Serikat

 

AMERIKA Serikat (AS) telah mencabut lebih dari 1.000 visa untuk warga negara Tiongkok. Kebijakan itu, merupakan lanjutan dari kebijakan Presiden AS pada 29 Mei yang menangguhkan masuknya pelajar dan peneliti Tiongkok karena dianggap berisiko pada keamanan dalam negeri AS. Hal itu dikatakan juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Rabu (9/9).

"Mulai 8 September 2020, Departemen telah mencabut lebih dari 1.000 visa warga negara Tiongkok yang diketahui tunduk pada Proklamasi Presiden 10043 dan karenanya tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan visa," katanya.

Dia mengatakan mahasiswa pascasarjana berisiko tinggi dan peneliti yang tidak memenuhi syarat merupakan kelompok WN Tiongkok yang terdampak kebijakan itu. Sementara siswa dan cendekiawan yang sah akan terus disambut.

Baca juga: Pompeo Duga Pejabat Rusia Terlibat dalam Peracunan Navalny

Sebelumnya, Kepala Departemen Keamanan Dalam Negeri AS Chad Wolf telah mengumumkan kebijakan AS tersebut.

"(Visa) untuk mahasiswa pascasarjana dan peneliti Tiongkok tertentu yang terkait dengan strategi fusi militer Tiongkok untuk mencegah mereka mencuri dan sebaliknya melakukan penelitian sensitif," katanya.

Dalam pidatonya, Wolf mengulangi tuduhan AS atas praktik bisnis yang tidak adil dan spionase industri oleh Tiongkok. Hal itu, termasuk upaya untuk mencuri penelitian covid-19, menyebut Beijing menyalahgunakan visa pelajar untuk mengeksploitasi akademisi Amerika.

"(AS juga) mencegah barang-barang yang diproduksi dari tenaga kerja budak memasuki pasar kita, menuntut agar Tiongkok menghormati martabat yang melekat pada setiap manusia," ungkap sebuah rujukan yang jelas mengacu pada dugaan pelanggaran terhadap Muslim di wilayah Xinjiang, Tiongkok.

Pejabat Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS telah menyiapkan perintah untuk memblokir impor kapas dan produk tomat dari Xinjiang atas tuduhan kerja paksa, meskipun pengumuman resmi telah ditunda.

Tiongkok, Juni lalu, mengatakan pihaknya dengan tegas menentang setiap langkah AS untuk membatasi siswa Tiongkok belajar di AS. Mereka mendesak Washington berbuat lebih banyak untuk meningkatkan pertukaran dan pemahaman bersama.

Sekitar 360.000 warga negara Tiongkok belajar di AS. Hal itu, mendukung pendapatan yang signifikan ke perguruan tinggi AS, meskipun pandemi covid-19 telah sangat mengganggu aktivitas mereka. (CNA/OL-1)

Baca Juga

AFP

Kasus Covid-19 di India Lampaui 6,3 juta

👤Nur Aivanni 🕔Kamis 01 Oktober 2020, 14:55 WIB
JUMLAH kasus virus korona di India meningkat sebanyak 86.821 dalam 24 jam terakhir. Angka tersebut membuat total kasus infeksi di India...
AFP/

Rusia Bersedia Jadi Tuan Rumah untuk Akhiri Konflik Nagorno-Karaba

👤Nur Aivanni 🕔Kamis 01 Oktober 2020, 13:27 WIB
Rusia adalah bagian dari aliansi militer dengan Armenia dan memiliki pangkalan militer di negara tersebut. Namun, Rusia juga memiliki...
AFP/May JAMES

Hong Kong Tandai Hari Jadi Tiongkok dengan Unjuk Rasa

👤Faustinus Nua 🕔Kamis 01 Oktober 2020, 13:02 WIB
Tahun lalu, peringatan 70 tahun diwarnai bentrokan sengit antara pengunjuk rasa dan polisi. Selama tujuh bulan berturut-turut, demonstrasi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya