Sabtu 05 September 2020, 20:23 WIB

Kuba Kembali Buka Akses untuk Wisatawan Asing

Antara | Internasional
Kuba Kembali Buka Akses untuk Wisatawan Asing

Antara/Fikri Yusuf Foto
Ilustrasi

 

Kuba kembali menerima wisatawan asing, Jumat (4/9) setelah lama menutup perbatasan akibat pandemi covid-19. Sektor pariwisata yang kembali dibuka untuk warga asing merupakan salah satu cara Kuba menjalani kebiasaan baru selama pandemi.

Kuba, negara yang bergantung pada pasokan barang impor, jatuh dalam krisis dan mengalami kelangkaan akibat sanksi ekonomi Amerika Serikat, kemudian diperparah oleh pandemi covid-19.

Tibanya sejumlah wisatawan ke Kuba jadi harapan baru bagi puluhan ribu pekerja sektor pariwisata yang terpaksa dirumahkan selama pandemi.

Kebijakan karantina dan penutupan perbatasan selama wabah memuncak menyebabkan banyak usaha kecil gulung tikar serta menambah kesulitan bagi masyarakat untuk bertahan hidup.

Sebuah pesawat milik maskapai Air Canada tiba pada Jumat siang di Bandara Cayo-Coco, wilayah pesisir utara Kuba.

Air Canada Vacations, agen perjalanan wisata maskapai, mengatakan pesawat akan terbang satu kali seminggu ke Kuba dan dua kali selama satu minggu pada bulan depan.

Kuba menutup bandara sejak Maret 2020 karena pandemi. Saat ini, banyak hotel dan vila mewah di Cayo-Coco buka dengan menerapkan protokol kesehatan. Namun sejauh ini, belum ada tanda yang menunjukkan ibu kota Kuba, Havana, serta kota lainnya akan menerima kedatangan warga asing.

Kuba berhasil mengendalikan penyebaran penyakit di sebagian besar wilayahnya. Walaupun demikian, pemerintah masih berupaya menanggulangi klaster penyebaran baru di beberapa provinsi.

Data pemerintah menunjukkan hampir 4.300 orang di Kuba positif COVID-19 dan 100 di antaranya meninggal dunia.

Kanada telah cukup lama jadi penyumbang wisatawan terbesar ke Kuba. Setidaknya, 1,1 juta wisatawan dari total 4,2 juta turis asing yang tiba di Kuba berasal dari Kanada, demikian data pemerintah.

Pendapatan sektor wisata di Kuba pada tahun lalu mencapai US$2,6 miliar (sekitar Rp38,3 triliun).

AS melarang warganya berwisata ke Kuba. Larangan itu merupakan bagian dari sanksi ekonomi AS ke Kuba. Walaupun demikian, warga AS dapat mengunjungi Kuba untuk beberapa keperluan, salah satunya pendidikan. (OL-12)

Baca Juga

AFP

WHO: Omicron Timbulkan Risiko Global yang Sangat Tinggi

👤Mediaindonesia 🕔Senin 29 November 2021, 17:48 WIB
Omicron memiliki jumlah mutasi lonjakan yang belum pernah terjadi sebelumnya, beberapa di antaranya mengkhawatirkan dampak potensialnya...
Antara/Fikri Yusuf

PBB: Pandemi Rugikan Sektor Pariwisata Global $2,0 Triliun pada 2021

👤Nur Aivanni  🕔Senin 29 November 2021, 17:20 WIB
Kedatangan turis internasional tahun ini akan tetap 70-75% di bawah 1,5 miliar kedatangan yang tercatat pada 2019 sebelum pandemi...
AFP/Organisasi Energi Atom Iran.

Perjalanan Berliku Perjanjian Nuklir Iran pada 2015

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 29 November 2021, 14:39 WIB
Dengan pembicaraan tentang pemulihan kesepakatan yang akan dimulai di Wina pada Senin (29/11), mari kita lihat kembali sejarahnya yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya