Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Pengawas Obat dan Makanan AS Stephen Hahn mengatakan kemungkinan diberikannya persetujuan darurat untuk penggunaan vaksin virus korona (Covid-19) sebelum uji coba tahap akhir yang dirancang untuk memastikan keamanan dan keefektifannya.
Hahn mengatakan, permintaan persetujuan yang luar biasa seperti itu harus datang dari pengembang vaksin. Sehingga otoritas bisa memberi persetujuan dengan melihat kebutuhannya.
"Jika mereka melakukan itu sebelum akhir Fase Tiga (yang melibatkan pengujian manusia dalam skala besar), kami mungkin menganggapnya tepat. Kami mungkin menganggapnya tidak pantas, kami akan membuat keputusan," ungkapnya.
Meski keputusan itu ada di tangan otoritas negara, Hahn bersikeras dia tidak akan bertindak di bawah tekanan Presiden Donald Trump. Dia tidak ingin kebijakan itu menjadi bagian dari keputusan politik, tetapi karena kesiapan pengembang vaksin dan kebutuhan masyarakat yang disebutnya darurat.
"Ini akan menjadi ilmu, kedokteran, keputusan data. Ini tidak akan menjadi keputusan politik," kata Hahn.
Baca juga: Pakar Virus AS Peringatkan tidak Terburu-buru Keluarkan Vaksin
Hahn menambahkan otorisasi darurat belum tentu mencakup semua orang. Menurutnya, untuk keadaan darurat mungkin diberikan untuk kelompok tertentu yang berisiko tinggi.
"Otorisasi penggunaan darurat kami tidak sama dengan persetujuan penuh," tukasnya.
Diketahui, tiga pembuat obat tengah menjalani uji klinis Fase 3. Tahap tersebut harus melibatkan puluhan ribu peserta.
Ketiganya adalah AstraZeneca, yang bermitra dengan Universitas Oxford di Inggris, lalu Moderna, bekerja sama dengan Institut Kesehatan Nasional AS, dan aliansi Pfizer/BioNTech.
Berdasarkan sifat uji coba, sulit untuk memprediksi kapan hasil yang dapat diandalkan akan muncul. Setengah dari peserta ji coba tersebut menerima vaksin eksperimental, sedangkan separuh lainnya diberi plasebo.
Dalam prosedur normal, administrator tes harus menunggu, mungkin hingga berbulan-bulan untuk melihat apakah ada perbedaan yang signifikan secara statistik pada tingkat infeksi kedua kelompok.
Adapun, saat dunia sangat menunggu vaksin yang efektif untuk melawan virus mematikan, Tiongkok dan Rusia telah menyetujui vaksin tanpa menunggu kesimpulan dari uji coba tahap akhir. Hal itu menuai kritik dari pejabat kesehatan dan masyarakat di negara lain, termasuk AS.(CNA/OL-5)
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved