Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
AHLI kesehatan prihatin dengan keputusan pemerintah India yang menerapkan tes cepat, yang menyaring antigen. Otoritas diketahui meningkatkan tes covid-19 di tengah lonjakan kasus.
Kasus positif covid-19 di India sudah lebih dari 3 juta orang hingga Minggu waktu setempat. Negara ini terdampak parah di Asia dan ketiga setelah Amerika Serikat (AS) dan Brasil secara global.
Pada Juni lalu, negara terpadat kedua di dunia mulai menggencarkan tes covid-19 yang lebih murah dan cepat. Namun, pengujian itu dinilai kurang akurat.
Baca juga: Puncak Covid-19 India Diperkirakan Pertengahan November
Adapun tes cepat meningkatkan level pengujian India hampir lima kali lipat dalam dua bulan terakhir. Sejauh ini, otoritas mengalokasikan penggunaan tes molekuler yang lebih tepat untuk deteksi kode genetik virus. Pada 14 Juni, India memutuskan untuk memperluas tes cepat.
Meski kurang akurat, namun biaya tes tergolong murah. Serta, menunjukkan hasil dalam hitungan menit. Kebanyakan tes bahkan tidak memerlukan pengujian di laboratorium atau peralatan khusus.
Sampel yang diuji meningkat dari 5,6 juta pada pertengahan Juni, menjadi 26 juta pada dua bulan kemudian. Hampir sepertiga tes yang dilakukan setiap hari menjadi tes antigen.
Baca juga: Kunjungi Tiongkok dan UEA, Menlu: Amankan Stok Vaksin
India juga disorot karena terlalu bergantung pada tes antigen dan mengorbankan tes yang lebih akurat. Tes tersebut memiliki peluang keliru dalam mendeteksi kasus positif. Bahkan, berkontribusi pada penyebaran virus covid-19 di daerah yang terdampak paling parah.
Tes cepat dapat dihentikan dengan tes laboratorium yang lebih akurat. Namun, prosesnya jelas lebih lama dan lebih mahal.(Al Jazeera/OL-11)
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
DALAM beberapa minggu terakhir, rumah sakit dan klinik di wilayah Jabodetabek mencatat peningkatan signifikan pasien dengan gejala flu yang mirip covid-19.
KEPALA Biro Komunikasi dan Persidangan Kemenko PMK, Budi Prasetyo, mengatakan pemerintah berencana pola penanganan tuberkulosis (Tb)) akan dilakukan secara terpadu seperti covid-19.
MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengusulkan data program keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaporkan secara rutin seperti laporan covid-19 pada saat pandemi lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved