Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMIMPIN umat Katolik Paus Fransiskus pada Rabu (19/8) mengatakan bahwa pandemi virus korona (covid-19) telah memperburuk ketidaksetaraan antara kaya dan miskin. Lantas Paus menyerukan vaksin universal yang disediakan untuk semua.
Dikutip AFP, ketika virus terus merenggut nyawa dan mendatangkan malapetaka pada ekonomi di seluruh dunia, Paus dalam beberapa bulan terakhir telah mencoba menggunakan semua kekuatan moralnya untuk menuntut masyarakat pasca-pandemi baru untuk lebih menghormati orang miskin dan lingkungan.
Seruan untuk keadilan sosial adalah tema umum yang digaungkan oleh pemimpin 1,3 miliar umat Katolik di seluruh dunia. Paus menyaksikan kemiskinan dan krisis ekonomi yang melumpuhkan secara langsung di Argentina.
"Akan menyedihkan jika, untuk vaksin covid-19, prioritas diberikan kepada yang terkaya. Akan menyedihkan jika vaksin ini menjadi milik bangsa ini atau lainnya, daripada universal dan untuk semua," kata paus Fransiskus selama audiensi tradisional Rabu (19/8).
Baca juga : Jerman Bakal Terima Vaksin Covid-19 Awal 2021
Bersamaan dengan penyediaan vaksin, dunia juga harus menyembuhkan virus yang lebih besar, yaitu ketidakadilan sosial, ketidaksetaraan kesempatan, marginalisasi, dan kurangnya perlindungan bagi kaum lemah.
Adapun, perusahaan farmasi di dunia tengah berlomba untuk menjadi yang pertama meluncurkan vaksin, yang telah menewaskan hampir 775.000 orang di seluruh dunia sejak kemunculannya pada akhir Desember. Beberapa pemerintah telah membuat kesepakatan dengan perusahaan dan berharap mendapatkan pasokan eksklusif vaksin.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun telah menyerukan akses luas. Direktur Jenderal Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, negara harus mencegah nasionalisme vaksin.(AFP/OL-7)
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved