Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa mungkin tidak akan pernah ada solusi cepat atau jalan pintas untuk mengakhiri pandemi virus korona baru. Meski berbagai negara berlomba untuk menemukan vaksin, WHO mengatakan hal itu mungkin membutuhkan waktu yang cukup lama untuk vaksin yang efektif.
“Kita semua berharap memiliki sejumlah vaksin efektif yang dapat membantu mencegah orang dari infeksi. Namun, tidak ada solusi cepat saat ini dan mungkin tidak pernah ada,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. Badan kesehatan PBB itu pun mendesak pemerintah dan warga negara untuk fokus melakukan dasar-dasar pencegahan, seperti pengujian, pelacakan kontak, menjaga jarak fisik, dan mengenakan masker.
Hal itu penting saat ini untuk menekan pandemi yang telah mengubah kehidupan normal di seluruh dunia dan memicu krisis ekonomi yang cukup parah. Virus korona baru kini telah menewaskan hampir 690 ribu orang dan menginfeksi setidaknya 18,1 juta orang sejak wabah itu muncul di Wuhan, Tiongkok, Desember lalu.
Negara seperti AS, Tiongkok, dan Inggris telah melakukan investasi besar-besaran pada pengembangan vaksin covid-19. Sementara itu, pembatasan aktivitas masyarakat dan bisnis pun kembali diperketat di berbagai negara setelah munculnya gelombang baru virus mematikan tersebut.
Misi ke Tiongkok
WHO juga menyampaikan dua ahli kesehatan yang dikirim ke Tiongkok telah menyelesaikan misi mereka. Keduanya akan segera kembali ke kantor pusat organisasi kesehatan itu di Jenewa, Swiss.
“Tim itu bertujuan meletakkan dasar bagi upaya penelitian bersama lebih lanjut untuk mengidentifikasi asal virus yang melanda dunia,” kata Ghebreyesus.
Ia menjelaskan WHO telah menyusun kerangka dasar untuk studi lebih lanjut. Bersama para ahli kesehatan dunia, mereka akan memimpin penelusuran asal muasal virus itu dan bagaimana virus berpindah ke manusia.
Lebih lanjut, Ghebreyesus mengatakan studi itu akan dimulai dari Wuhan. Pasalnya, di wilayah itulah awal pandemi merebak. “Studi itu akan mengidentifi kasi sumber potensial infeksi dari kasus awal. Bukti dan hipotesis yang dihasilkan melalui karya ini akan meletakkan dasar untuk studi lebih lanjut,” terangnya.
Kasus di Iran
Kebocoran data dari dalam negeri mengungkapkan jumlah kematian yang disebabkan covid-19 di Iran ternyata hampir tiga kali lebih tinggi daripada angka yang dilaporkan pemerintah.
Menurut situs BBC Persia, terdapat hampir 42 ribu orang meninggal hingga 20 Juli, hampir tiga kali lipat dari 14.405 orang yang dilaporkan Kementerian Kesehatan Iran.
Jumlah infeksi juga jauh lebih tinggi, yaitu 451.024 berbanding 278.827 dari data pemerintah. Sumber anonim yang membagi data itu mengatakan tujuan mereka ialah menjelaskan kebenaran dan mengakhiri permainan politik atas pandemi tersebut. (AFP/Hym/X-11)
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
DALAM beberapa minggu terakhir, rumah sakit dan klinik di wilayah Jabodetabek mencatat peningkatan signifikan pasien dengan gejala flu yang mirip covid-19.
KEPALA Biro Komunikasi dan Persidangan Kemenko PMK, Budi Prasetyo, mengatakan pemerintah berencana pola penanganan tuberkulosis (Tb)) akan dilakukan secara terpadu seperti covid-19.
MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengusulkan data program keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaporkan secara rutin seperti laporan covid-19 pada saat pandemi lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved