Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH musisi papan atas dunia, termasuk Mick Jagger dan Sheryl Crow, menandatangani sebuah surat yang menuntut politisi untuk meminta izin sebelum menggunakan lagu mereka saat kampanye.
Lagu yang digunakan di kampanye politik menjadi topik panas pada pemilu Amerika Serikat (AS) 2016 dan kembali pada tahun ini setelah sejumlah musisi menyatakan penolakan mereka atas penggunaan lagu mereka oleh Presiden AS Donald Trump tanpa izin.
Vokalis REM Micahel Stipe, Regina Spektor, dan pentolan Aerosmith Steven Tyler juga menandatangani surat yang ditulis bekerja sama dengan Aliansi Hak Artis.
Baca juga: AS Sumbangkan Ventilator kepada Indonesia untuk Perangi Korona
"Tidak ada artis yang bisa dipaksa mengompromikan nilai-nilai mereka atau diasosiasikan dengan politisi tertentu tanpa izin mereka," cicit Alinsi Hak Artis, Selasa (28/7).
"Untuk membela kebebasan berpendapat dan ekspresi politik, kami meminta para politisi untuk meminta izin sebelum menggunakan musik di acara politik," imbuh lembaga itu.
Bulan lalu, legenda musik rock Inggris Rolling Stones mengancam akan menggugat Trump karena menggunakan lagu mereka You Can't Always Get What You Want kala berkampanye.
Di bulan yang sama, keluarga musisi Tom Petty mengeluarkan surat permintaan penghentian kepada Trump karena menggunakan lagu I Won't Back Down kala berkampanye di Tulsa pada 20 Juni.
Queen juga marah ketika Trump naik ke panggung dengan menggunakan lagu We Are the Champions dalam sebuah acara Partai Republik di Cleveland, Ohio menjelang pemilu 2016.
Pharrell Williams, Rihanna, Aerosmith, Adele, Neil Young, dan Prince juga mengecam Trump karena menggunakan lagu mereka tanpa izin.
Mereka yang ikut menandatangani surat yang dirilis pada Selasa (28/7) itu adalah Lionel Ritchie, Elvis Costello, dan band Blondie, Green Day, dan Pearl Jam. (AFP/OL-1)
PRESIDEN AS Donald Trump, melontarkan pernyataan kontroversial terhadap dua legislator anggota Kongres dari Partai Demokrat setelah terjadi ketegangan dalam pidato kenegaraan
Iran tingkatkan ekspor minyak hingga 3 juta barel per hari di Pulau Kharg guna antisipasi ancaman serangan Donald Trump. Simak dampak ketegangan Iran-AS.
Donald Trump menanggapi keras kritik Robert De Niro yang menyebutnya “orang bodoh” dalam sebuah podcast. Adu pernyataan keduanya kembali memanaskan tensi politik dan hiburan di AS.
Hillary Clinton membantah terlibat dalam skandal Jeffrey Epstein saat bersaksi di depan Kongres AS. Ia menantang Donald Trump untuk melakukan hal yang sama.
Mediator Oman sebut perundingan nuklir AS-Iran di Jenewa alami kemajuan besar di tengah ancaman militer Donald Trump.
Hillary Clinton memberikan kesaksian pedas di hadapan komite DPR AS terkait kasus Jeffrey Epstein. Ia menuding Partai Republik melakukan pengalihan isu untuk melindungi Donald Trump.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved