Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Korut Tutup Kota Kaesong akibat Pandemi

Haufan Hasyim Salengke
27/7/2020 01:15
Korut Tutup Kota Kaesong akibat Pandemi
Korut tutup kota Kaesong akibat pandemi(AFP)

SETELAH sebelumnya bersikeras mengatakan tidak ada satu pun kasus covid-19 terjadi di negaranya, rezim Korea Utara, kemarin, akhirnya menyatakan suspek virus korona pertama.

“Virus berbahaya itu mungkin sudah masuk ke negeri ini,” ujar pemimpin Korut, Kim Jong-un, yang dikutip kantor berita resmi Korut, KCNA.

Kim Jong-un dilaporkan langsung mengadakan rapat darurat bersama pejabat lainnya untuk membahas masalah tersebut. Pemerintah telah menutup Kota Kaesong yang terletak di dekat perbatasan Korea Utara dan Korea Selatan. Media massa Korut menyatakan virus itu dibawa seseorang yang pernah menyeberang ke Korsel pada tiga tahun lalu dan baru saja kembali ke Korut.

Namun, para pakar percaya virus itu kemungkinan sudah lebih dulu masuk ke Korut dari negara tetangganya, Tiongkok, yang juga menjadi tempat pertama berjangkitnya covid-19. KCNA tidak secara khusus menyebutkan apakah orang tersebut telah diuji. Namun, hasil samar-samar telah ditentukan dari beberapa pemeriksaan kesehatan terhadap sekresi organ pernapasan dan darah orang tersebut.

“Pemerintah sudah mengarantina orang tersebut dan menyelidiki siapa saja yang mungkin telah melakukan kontak dengannya,” kata KCNA.

Korea Utara sebelumnya telah menerima ribuan alat uji virus korona dari Rusia dan negara lain. Penutupan perbatasan yang ketat juga dilakukan, tetapi pembatasan baru-baru ini diperlonggar.


Pandemi global

Jumlah total secara global kasus virus korona, kemarin, telah melewati 16 juta. Menurut data AFP, terjadi 16.050.223 kasus, termasuk 645.184 kematian secara global. Lebih dari setengah kasus terjadi di Amerika dan Karibia. Dalam beberapa pekan terakhir, wilayah tersebut mengalami lonjakan yang signifikan setelah pelonggaran penutupan wilayah.

Amerika Serikat menjadi negara yang paling terpukul akibat pandemi ini. AS telah mendaftarkan 4.178.021 kasus infeksi dan 146.460 kasus meninggal. Sementara itu, Eropa secara keseluruhan memiliki 3.052.108 kasus infeksi dan 207.734 kasus meninggal. Negara lain yang juga terdampak parah ialah Brasil, India, Rusia, dan Iran.

Di Australia, otoritas setempat, kemarin, melaporkan 10 kasus kematian dan peningkatan infeksi baru meskipun ada upaya pembatasan yang intensif. Angka kematian covid-19 di negara itu naik menjadi total 155 dan negara bagian Victoria melaporkan lebih dari 450 infeksi baru.

Perdana Menteri Victoria Daniel Andrews mengungkapkan keprihatinannya. Dia mengatakan sekitar 10 orang berusia antara 40-an dan 80-an telah meninggal dunia. Terjadi juga tujuh kematian terkait dengan wabah di fasilitas perawatan warga lansia.

Australia telah berusaha menghindari dampak terburuk pandemi sejauh ini. Tercatat hanya 14 ribu kasus sejauh ini dan merupakan jumlah yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan negara lain. Akan tetapi, gelombang kedua infeksi tengah melanda negara tersebut. 

Sekitar lima juta orang di Melbourne telah menghabiskan dua minggu terakhir di rumah karena kota itu ditutup. Penggunaan masker sudah diwajibkan di sejumlah kota. Polisi dan militer ikut mengunjungi rumah-rumah untuk menegakkan perintah karantina. (Van/X-11)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya