Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
ULAMA kharismatik asal Yaman yang konsisten menyebarkan dakwah Islam yang moderat dan merangkul, Habib Umar bin Hafidz, menggelar dauroh (kajian ke-Islaman) daring 40 hari untuk masyarakat umum di Indonesia dan negara tetangga.
Seperti diberitakan, metode dakwah Habib Umar bin Hafidz memberi pengaruh besar bagi perkembangan dakwah Islam secara global. Namanya selalu muncul dalam daftar “500 Muslim Paling Berpengaruh di Dunia” selama lebih dari satu dekade.
Dalam pelaksanaan kegiatan dauroh, Majelis Al Muwasholah Baina Ulamai’il Muslimin menggandengan Pondoksanad.com. Ini untuk menyiasati kondisi masyarakat global yang terbatasi aktivitasnya akibat pandemi virus korona baru (covid-19).
Kurikulum pendidikan agama yang disusun oleh Habib Umar mendapat banyak pengakuan dari ulama dunia, karena dinilai otentik mengacu pada ajaran dakwah Rasullullah.
Dewan Penasehat Pondoksanad.com, Habib Muchsin Idrus Al Hamid, mengatakan program ini merupakan salah satu bentuk pendidikan Islam mutakhir dengan memanfaatkan teknologi. Bersamaan juga dengan pandemi Covid-19 yang membuat banyak masyarakat terbatas aktivitasnya.
“Pondoksanad.com mencoba untuk mengisi aktivitas masyarakat dengan konten pelajaran agama yang mengacu pada kurikulum salah satu pesantren besar dunia, Darul Musthofa,” ujarnya dalam sebuah keterangan yang dikutip, Senin (20/7).
Baca juga: Ulama Berperan Penting Persatukan Bangsa lewat Dakwah
Dijelaskan, daurah daring 40 hari ini ini pertama yang diselenggarakan di Indonesia. Peserta akan dibimbing oleh tenaga pengajar dari beberapa penjuru.
“Para tenaga pengajar bersambung rantai sanad dan talaqinya, juga bersanad pemahaman dari materi-materinya kepada para ulama sampai kepada Nabi Muhammad,” kata perwakilan Majelis Al Muwasholah Indonesia, As Sayyid Mujtaba Shahab.
Proses belajar telah dimulai pada 11 Juli 2020, namun peserta dapat mendaftar kapan saja, dan tetap dapat mengikuti pelajaran-pelajaran sedari awal. Tidak ada persayaratan khusus untuk mengikuti kajian ke-Islaman ini, misalnya harus menguasai bahasa Arab. Pasalnya materi pengajaran akan dibawakan atau ditranlisterasi ke bahasa Indonesia atau Melayu.(OL-5)
Film Patah Hati yang Kupilih berfokus pada hubungan Alya dan Ben, yang terbentur tembok besar perbedaan agama yang diperparah oleh penolakan restu orangtua.
MENTERI Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan akan terus berusaha agar umat semakin dekat dengan ajaran agamanya.
MENTERI Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa Kementerian Agama harus memainkan peran strategis sebagai jembatan dan mediator antara negara dan civil society.
MEDIA (cetak, elektronik, dan digital) disadari atau tidak bukan semata penyampai pesan.
Dirjen Bimas Islam, Abu Rokhmad, mengatakan, kegiatan Ngaji Budaya menjadi sarana efektif untuk mengajak generasi muda mencintai seni dan budaya, tanpa meninggalkan nilai-nilai agama.
Bermain pada film yang mengangkat kisah pernikahan beda agama, siapa sangka ternyata hal itu pernah dirasakan langsung oleh Michelle Ziudith.
Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Front Muslim Muda Banten (FMMB) mengutuk keras tindakan pemerintah Tiongkok terhadap masyarakat muslim yang ada di Uighur.
Menurut Yuliana meningkatkan kesadaran akan pentingnya sertifikasi halal menjadi urgensi tersendiri.
PEMERINTAH Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mendesak Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) bersikap tegas terhadap negara yang membiarkan pembakaran kitab suci.
ORGANISASI Kerja Sama Islam (OKI) menangguhkan status Utusan Khusus bagi Swedia dengan organisasi itu, menurut pernyataan resmi yang dikeluarkan.
Salah satu arsip sejarah penting adalah terkait terbentuknya Organisasi Konferesi Islam pada 1969 yang dipelopori oleh Raja Hasan II dari Maroko dan Raja Faisal dari Arab Saudi.
Timur Tengah sudah selesai dalam melahirkan Islam. Saatnya estafet peradaban dunia Islam masa depan bergeser ke Indonesia
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved