Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
PARTAI yang berkuasa di Singapura, Partai Aksi Rakyat (PAP), sukses mempertahankan kekuasaan mereka dalam pemilu yang digelar sejak Jumat (10/7). Namun, dukungan terhadap PAP merosot saat kelompok oposisi meraup tambahan dukungan.
Pemilu Singapura kali ini digelar di tengah pandemi covid-19. Karenanya, para pemilih diminta menggunakan masker dan sarung tangan serta tetap menjaga jarak saat memberikan suara mereka.
PAP yang telah berkuasa selama enam dekade di Singapura telah diperkirakan meraih kemenangan. Mereka sukses merebut 83 dari 93 kursi di parlemen serta 61,2% suara.
Baca juga: Analis Prediksi Partai Aksi Rakyat Menangi Pemilu Singapura
Namun, jumlah suara yang dimenangkan PAP turun dari hampir 70% suara yang mereka raih dalam pemilu sebelumnya pada 2015.
Adapun kelompok oposisi, Partai Pekerja, memenangkan 10 kursi, raihan terbaik mereka sepanjang sejarah.
Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Long, terlihat jelas kecewa, mengakui bahwa persentase kemenangan PAP tidak seperti yang mereka harapkan.
"Hasil pemilu ini merefleksikan kesakitan dan ketidakjelasan yang dirasakan warga Singapura selama krisis ini. Mereka kehilangan pemasukan dan khawatir dengan pekerjaan mereka," ujar Lee. "Ini memang bukan pemilu yang menyenangkan.
Singapura memang mengalami hantaman telak akibat pandemi covid-19. 'Negeri Singa' itu diperkirakan akan mengalami resesi terburuk mereka sejak meraih kemerdekaan pada 1965. (AFP/OL-1)
Pengamat politik Citra Institute Yusak Farchan menilai tingginya biaya politik dalam pilkada menjadi persoalan serius dalam demokrasi Indonesia.
Thailand menggelar pemilu dini tanpa pemenang mutlak. Perebutan kursi perdana menteri dipastikan bergantung pada strategi koalisi partai-partai besar.
Keberhasilan Partai Gerindra dan Prabowo Subianto saat ini merupakan akumulasi dari kedisiplinan organisasi dan kesediaan untuk melewati proses panjang yang tidak instan.
ANGGOTA Komisi II DPR RI Romy Soekarno, menegaskan bahwa sistem pemilu di era modern harus dipandang sebagai infrastruktur digital strategis negara.
Ia juga mengkritik wacana penghapusan pilkada langsung yang kembali mencuat dengan dalih efisiensi anggaran.
POLITIK uang atau money politics di Indonesia telah menjadi masalah sistemis yang merusak kualitas demokrasi dan mengancam integritas pemilu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved