Sabtu 11 Juli 2020, 05:52 WIB

Analis Prediksi Partai Aksi Rakyat Menangi Pemilu Singapura

Hym/AFP/CNA/X-7 | Internasional
Analis Prediksi Partai Aksi Rakyat Menangi Pemilu Singapura

AFP/KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMASI SINGAPURA
Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong melambaikan tangan di tempat pemilihan di Singapura, kemarin.

 

DI tengah pandemi virus korona baru atau covid-19, warga Singapura mengantre di tempat pemungutan suara untuk menyalurkan hak pilih mereka dalam pemilihan umum, kemarin.

Warga mengikuti protokol kesehatan dengan mengenakan masker, sarung tangan, dan menjalankan aturan jaga jarak.

Pemingutan suara dimulai pukul 08.00, dengan waktu khusus disisihkan untuk pemilih senior berusia 65 tahun ke atas di sebagian besar tempat pemungutan suara.

Departemen Pemilihan Umum (ELD) Singapura mengatakan pemungutan suara, yang sedianya ditutup pada pukul 20.00, telah diperpanjang 2 jam hingga pukul 22.00 waktu setempat.

“Situasi antrean di sebagian besar TPS telah membaik, sejumlah kecil masih mengalami antrean panjang. Perpanjangan waktu memungkinkan semua pemilih untuk memberikan suara,” kata Departemen Pemilihan Umum Singapura.

Total 93 kursi diperebutkan di 31 daerah pemilihan, termasuk lima yang baru. Dalam pemilu di 2015, Partai Aksi Rakyat (PAP) memenangi 83 dari 89 kursi dan 69,9% popular vote. Sebanyak 192 kandidat ber-saing untuk 93 kursi parlemen di negara kota Asia Tenggara itu.

Partai Aksi Rakyat, yang telah memerintah Singapura selama enam dasawarsa, diprediksi menang, tetapi menghadapi perlawanan dari beberapa kandidat populer yang didukung Lee Hsien Yang, saudara Perdana Menteri Lee Hsien Loong.

Pihak oposisi menuduh PAP tidak bertanggung jawab. Namun, para pejabat berkeras bahwa mereka telah melakukan cukup banyak upaya untuk memastikan 2,65 juta pemilih yang memenuhi syarat dapat memberikan suara secara aman.“

Saya pikir (aturan-aturan) sudah cukup membuat semua orang aman,” kata Terence Ng, 22, pemilih.

Berbicara kepada wartawan setelah pemungutan suara, Perdana Menteri Lee Hsien Loong mengakui ada masalah di awal-awal pencoblosan. Meskipun demikian, ia memastikan semuanya telah diperbaiki.

Para analis mengatakan karena opinion poll dilarang selama kampanye, tidak jelas apakah krisis covid-19 akan meningkatkan atau mengurangi dukungan terhadap pemerintah. Adapun posisi pesaing pemerintah lemah karena hanya memenangi enam kursi parlemen pada pemilihan terakhir.

Pemilihan umum Singapura dilaksanakan setelah kampanye selama sembilan hari yang sebagian besar dilakukan secara daring. Demonstrasi juga dilarang untuk mengurangi risiko penularan covid-19. (Hym/AFP/CNA/X-7)

Baca Juga

AFP/Yuri Cortez

Menteri Perminyakan Venezuela El Aissami Sembuh dari Covid-19

👤Antara 🕔Kamis 13 Agustus 2020, 08:15 WIB
Setelah dinyatakan positif covid-19, El Aissami mengaku sudah pulih dengan hasil tes...
ISAAC LAWRENCE / AFP

Perjanjian Ekstradisi Hong Kong dengan Prancis dan Jerman Ditunda

👤Faustinus Nua 🕔Kamis 13 Agustus 2020, 05:25 WIB
Kedua negara telah mempolitisasi kerja sama yuridis, sehingga merusak dasar kerja sama yuridis antara (Hong Kong) dengan Jerman dan...
AFP

Sikap Beijing Melunak di Laut China Selatan

👤(AFP/Van/X-11) 🕔Kamis 13 Agustus 2020, 05:00 WIB
TIONGKOK telah memerintahkan personel militer mereka untuk tidak melakukan tembakan pertama bila terjadi insiden tak terkendali di Laut...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya