Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA ilmuan menemukan jenis flu baru di Tiongkok yang disebut berpotensi melompat ke manusia dan menjadi pandemi atau wabah global.
Virus yang oleh peneliti disebut G4 EA H1N1, terdeteksi melalui analisis 30.000 usap hidung yang diambil dari babi di rumah jagal negara tersebut.
“Baru-baru ini muncul dan dibawa oleh babi, tetapi dapat menginfeksi manusia,” kata para ilmuan seperti dilansir BBC.
Para peneliti khawatir G4 EA H1N1 dapat bermutasi lebih lanjut sehingga menyebar dengan mudah dari orang ke orang dan memicu wabah global.
"Virus G4 memiliki semua ciri esensil sebuah bakal virus yang pandemik," kata para peneliti dari China Agricultural University.
Meskipun ini bukan masalah langsung, virus tersebut memiliki ciri yang sangat sesuai atau selaras untuk menginfeksi manusia dan membutuhkan pemantauan ketat.
Selain itu, karena virus ini baru, orang-orang bisa memiliki sedikit atau tanpa kekebalan terhadap G4 EA H1N1.
Baca juga: Ada Temuan Virus Flu Babi di Timor Leste, NTT Siaga
Jenis influenza baru adalah salah satu dari ancaman penyakit teratas yang diantisipasi dan diawasi oleh para ahli, bahkan saat dunia berusaha untuk mengakhiri pandemi virus korona (covid-19) saat ini.
Pandemik flu terakhir yang dihadapi dunia yakni wabah flu babi 2009 yang dimulai di Meksiko, tidak begitu mematikan. Sebagian besar karena banyak orangtua memiliki imunitas terhadap infeksinya, mungkin karena kemiripannya dengan virus flu lain yang telah beredar selama bertahun-tahun.
Jenis flu baru yang diidentifikasi di Tiongkok ini mirip dengan flu babi 2009, tetapi dengan beberapa perubahan baru.
Sejauh ini, flu itu tidak menimbulkan ancaman besar, tetapi Prof Kin-Chow Chang dan rekan-rekan yang telah mempelajarinya, mengatakan G4 EA H1N1 adalah salah satu yang harus diawasi.
Peneliti mengatakan G4 EA H1N1 dapat tumbuh dan berkembang biak di sel-sel yang melapisi saluran udara manusia. Mereka menemukan bukti infeksi baru-baru ini mulai pada orang yang bekerja di rumah pemotongan hewan dan industri babi di Tiongkok.
Vaksin flu tampaknya tidak bisa memberikan perlindungan dari virus tersebut, meskipun dapat diadaptasi jika diperlukan.
"Saat ini kita sedang teralihkan dengan virus korona baru dan memang begitu. Tetapi kita tidak boleh melupakan virus baru yang berpotensi berbahaya," kata Prof Kin-Chow Chang yang bekerja di Universitas Nottingham.
"Kita tidak boleh mengabaikannya," imbuhnya.
Para ilmuwan menulis dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences terkait langkah-langkah untuk mengendalikan virus pada babi dan memonitor populasi yang bekerja dengan baik harus segera diimplementasikan.
Kepala Departemen Kedokteran Hewan di University of Cambridge Prof James Wood mengatakan temuan ini menjadi pengingat bahwa kita terus menghadapi risiko munculnya patogen baru dari hewan ternak.(BBC/Independent/OL-5)
Masyarakat perlu dijelaskan bahwa virus influenza yang saat ini banyak ditemukan di berbagai negara tidak selalu lebih berat, tetapi memang lebih mudah menular.
IDAI mengingatkan cacar air sangat menular. Satu anak bisa menularkan varicella ke 8–12 anak lain, terutama di sekolah dan lingkungan dengan kontak erat.
Pengurus Ikatan Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) sekaligus Ketua PDITT dr. Iqbal Mochtar, meminta masyarakat tidak panik dengan penyakit ini, apalagi dengan istilah super flu.
Superflu merupakan influenza tipe A virus H3N2 subclade K yang sudah ada dari dulu.
DIREKTUR Pascasarjana Universitas YARSI, Prof Tjandra Yoga Aditama, menjelaskan potensi influenza A (H3N2) subclade K atau Super Flu menjadi pandemi tergantung dari 3 faktor.
Hingga saat ini, telah dilaporkan 189.312 kasus flu positif di New York pada musim ini.
DIREKTUR Pascasarjana Universitas YARSI, Prof Tjandra Yoga Aditama, menjelaskan potensi influenza A (H3N2) subclade K atau Super Flu menjadi pandemi tergantung dari 3 faktor.
Peneliti simulasi wabah H5N1 pada manusia. Hasilnya, hanya ada jendela waktu sangat sempit untuk mencegah pandemi sebelum penyebaran tak terkendali.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti mengatakan selama tidak ada deklarasi epidemi di daerah maka korban keracunan MBG akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
Adanya hewan hidup dan hewan yang baru disembelih di area yang sama meningkatkan paparan cairan tubuh dan feses yang mengandung virus.
Ahli epidemiologi Michael Osterholm memperingatkan dunia agar bersiap menghadapi pandemi mematikan berikutnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved