Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
INDIA dan Tiongkok, pada Rabu (17/6), sepakat untuk meredakan ketegangan di perbatasan Himalaya yang disengketakan kedua negara tersebut.
Menteri luar negeri dari kedua negara itu telah berbicara melalui telepon untuk menenangkan situasi setelah insiden baku hantam yang menewaskan setidaknya 20 tentara India di perbatasan tersebut.
Baca juga: Tiongkok Klaim Hasil Uji Klinis Vaksin Covid-19 Cukup Manjur
Dalam sebuah pernyataan Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi menuntut India untuk melakukan penyelidikan menyeluruh dan memberikan hukuman bagi pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.
"India tidak boleh salah menilai situasi saat ini dan tidak boleh meremehkan Tiongkok untuk menjaga kedaulatan wilayahnya," tambahnya, seperti dikutip dari AFP.
Tiongkok menolak untuk mengonfirmasi apakah ada korban dari pihak Tiongkok dalam bentrokan yang mematikan pertama di perbatasan dalam beberapa dekade. Namun, media India mengatakan setidaknya 40 tentara Tiongkok tewas atau terluka parah.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri India mengatakan bahwa Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar menyampaikan protes dari pemerintahnya.
Dia juga memperingatkan bahwa perkembangan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini akan berdampak serius pada hubungan bilateral dan mendesak Beijing untuk mengambil langkah korektif.
Namun, kedua menteri tersebut juga berupaya untuk mengurangi ketegangan. Tiongkok mengatakan kedua belah pihak sepakat untuk mendinginkan situasi di lapangan sesegera mungkin.
Atas bentrokan yang terjadi pada Senin (15/6) tersebut, di India, kelompok kecil pemrotes menyerukan boikot atas barang-barang Tiongkok dengan adanya aksi membakar poster Presiden Tiongkok Xi Jinping.
Sebelumnya, Perdana Menteri India Narendra Modi mengatakan bahwa kematian para tentara India di perbatasan tersebut tidak akan sia-sia. India, sambungnya, akan bangga dengan para tentara yang tewas saat melawan Tiongkok di wilayah Ladakh pada Senin.
"India menginginkan perdamaian tetapi ketika diprovokasi, India mampu memberikan balasan yang tepat, baik dalam situasi apa pun," katanya seperti dikutip dari BBC.
Baca juga: Jumlah Kasus Covid-19 di Peru Lampaui Italia
Baik India maupun Tiongkok telah memberikan versi masing-masing atas bentrokan tersebut. Tiongkok mengatakan bahwa pasukan India telah melintasi garis perbatasan dua kali, memprovokasi dan menyerang personel Tiongkok.
Adapun India mengatakan bahwa pihak Tiongkok berusaha untuk membangun sebuah struktur di sisi lembah India. (AFP/BBC/OL-6)
Startup India Sarvam AI mengejutkan dunia dengan Sarvam Vision dan Bulbul, model AI lokal yang mengungguli Google Gemini dan DeepSeek dalam OCR dan suara.
Menkes Budi Gunadi Sadikin mengajak masyarakat untuk meningkatakan kewaspadaan pencegahan virus nipah terutama saat bepergian ke negara-negara seperti India dan Banglades
SEDIKITNYA 31 orang tewas dan 169 lain luka-luka ketika seorang pelaku bom bunuh diri meledakkan dirinya di suatu masjid Syiah selama salat Jumat di ibu kota Pakistan, Islamabad.
INDIA mengutuk serangan bom bunuh diri di suatu masjid Syiah di Islamabad, Pakistan, yang menewaskan sedikitnya 31 orang dan melukai 169 lainnya pada Jumat (6/2).
POLDA Bali mengungkap jaringan judi online internasional yang beroperasi di wilayah Bali.
Presiden AS Donald Trump resmi menurunkan tarif barang India menjadi 18%. Sebagai gantinya, PM Narendra Modi sepakat menghentikan pembelian minyak Rusia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved