Selasa 05 Mei 2020, 00:10 WIB

AS Sebut Ada Bukti Virus Korona dari Lab Tiongkok

Nur Aivanni | Internasional
AS Sebut Ada Bukti Virus Korona dari Lab Tiongkok

AFP
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo

 

MENTERI Luar Negeri AS Mike Pompeo, Minggu (3/5), mengatakan ada bukti yang sangat besar yang menunjukkan virus korona baru (covid-19) berasal dari sebuah laboratorium di Tiongkok.

Komentar Pompeo muncul ketika Eropa dan beberapa negara bagian Amerika Serikat bersiap untuk secara hati-hati mencabut penguncian wilayah atau lockdown akibat virus itu ketika muncul tanda-tanda pandemi mulai berkurang dan berupaya memulai
kembali ekonomi mereka.

Lebih dari 245.000 orang meninggal dan 3,4 juta orang terinfeksi di seluruh dunia oleh virus yang telah membuat setengah dari umat manusia berada di bawah semacam penguncian. Presiden AS Donald Trump yang semakin kritis terhadap manajemen Tiongkok tentang
wabah pertama di kota Wuhan pada Desember, pekan lalu, mengklaim memiliki bukti bahwa virus itu dimulai di laboratorium Tiongkok.

Para ilmuwan percaya virus itu melompat dari hewan ke manusia. Setelah muncul di Tiongkok, kemungkinan dari pasar di Kota Wuhan.
Tiongkok membantah klaim itu dan Direktur Intelijen Nasional AS mengatakan bahwa para analis masih memeriksa asal mula wabah itu.

Pompeo mengatakan kepada ABC bahwa dia setuju dengan pernyataan dari komunitas intelijen AS bahwa virus covid-19 bukan buatan manusia atau dimodifikasi secara genetis. Namun, Pompeo melangkah lebih jauh dari Trump dengan menyebut bukti ‘signifikan’ dan ‘sangat besar’ bahwa virus itu berasal dari laboratorium di Wuhan.

“Saya pikir seluruh dunia dapat melihat sekarang, ingat, Tiongkok memiliki sejarah menginfeksi dunia dan menjalankan laboratorium di bawah standar,” katanya.

“Presiden Trump sangat jelas, kami akan meminta pertanggungjawaban mereka,” tambahnya.


Tugaskan mata-mata

Laporan-laporan berita AS mengatakan Trump telah menugaskan mata-mata AS untuk mencari tahu lebih lanjut tentang asal-usul virus itu. Amerika Serikat memiliki kematian akibat virus korona terbanyak di dunia, yaitu lebih dari 67.000.

Senada dengan AS, Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace menuntut Tiongkok agar lebih transparan soal penyebaran virus korona. Hal itu disampaikannya dalam wawancara dengan radio Inggris, LBC, Senin (4/5).

“Tiongkok harus terbuka dan transparan tentang apa yang (saat ini) dibantahnya,” kata Ben Wallace, yang awal April harus menjalani isolasi 14 hari karena terinfeksi covid-19.

Ben Wallace selanjutnya mengatakan setelah penyakit ini bisa dikendalikan dan perekonomian kembali normal, perlu ada penyelidikan lebih mendalam mengenai peran Tiongkok dalam pandemi. (AFP/I-1)

Baca Juga

MI/ADAM DWI

Kemlu: BNPB Berperan Penting dalam Fasilitasi Internasional

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Sabtu 05 Desember 2020, 20:50 WIB
BNPB telah berperan aktif dalam membantu adanya fasilitasi...
AFP/Jaafar Ashtiyeh

Bahrain Tolak Produk Impor dari Permukiman Ilegal Israel

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 05 Desember 2020, 19:40 WIB
Bahrain dan Uni Emirat Arab meresmikan hubungan dengan Israel pada 15 September di bawah kesepakatan yang disponsori Amerika...
AFP/Patrick Semansky

Qatar Anggap Perjanjian Abraham tidak Membantu Palestina

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 05 Desember 2020, 18:15 WIB
Menteri Luar Negeri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al Thani juga menyampaikan masalah Palestina harus menjadi inti dari perjanjian...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya