Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PANGERAN Harry dan istrinya Meghan Markle telah memasukkan empat tabloid Inggris dalam daftar hitam atau blacklist pada Minggu (19/4). Empat tabloid terkemuka tersebut dituduh kerap memberitakan tentang keduanya yang ‘memutarbalikkan fakta, tak benar, dan menyudutkan tanpa alasan’.
Dalam surat yang cukup pedas dan dilayangkan kepada editor Sun, Daily Mail, Mirror, dan Express, pasangan Harry-Meghan yang secara resmi mengundurkan diri sebagai anggota senior keluarga Kerajaan Inggris, mengatakan empat media telah memberi laporan tanpa bukti dan hanya tuduhan. Demikian dilaporkan media the Guardian.
"Kebijakan (mengirim surat) itu bukan berupaya menolak kritik. Ini bukan melarang perbincangan publik atau menyensor berita yang akurat," demikian tulisan surat dari Pangeran Harry dan Meghan yang dikutip wartawan Financial Times, Mark Di Stefano, yang berkomentar dalam Twitter-nya.
Baca juga : Pasangan Harry-Meghan Memulai Kehidupan Sebagai Warga Biasa di AS
Kepada empat media, Pangeran Harry dan Meghan mengatakan mereka tidak ingin dijadikan ‘sumber mencari uang demi ekonomi yang sebagai pemancing dengan mendistorsi fakta’.
"Duke of Sussex (Gelar Pangeran Harry) dan Duchess of Sussex (gelar Meghan Markle) telah mengetahui orang-orang yang dikenalnya termasuk dengan sejumlah orang asing yang telah membuat hidup mereka benar-benar dijauhi dengan tuduhan miring. Lebih banyak gosip murahan untuk mendongkrak iklan dari pada menyajikan fakta,” demikian dilaporkan the Guardian.
The Guardian juga menggambarkan surat yang dilayangan Pangeran Harry dan Meghan sebagai ‘serangan yang pernah terjadi sebelumnya yang ditujukan kepada tabloid besar’ di Inggris.
Pemberitaan yang marak di media terkemuka Inggris tak lepas dari keputusan Harry dan Meghan yang sangat mengejutkan pada Januari 2020. Mereka menyatakan keluar dari lingkungan keluarga Kerajaan Inggris dan memilih hidup sebagai warga negara biasa dan mandiri secara finansial.
Sejak itu, media di Inggris kerap memberitakan berita miring seputar Harry dan Meghan. Bahkan dikaitkan dengan Inggris yang keluar dari Uni Eropa atau Brexit, keputusan pasangan tersebut dengan julukan ‘Megxit’.
Media setempat melaporkan bahwa Meghan tidak betah hidup di lingkungan Kerajaan Inggris. Pasangan yang kini memutuskan menetap di ‘Negeri Paman Sam’ itu mengungkapkan keluhan atas serangan media Inggris yang lebih sering menyudutkan.
Puncak permusuhan pasangan terhadap media-media Inggris dengan keputusan Pangeran Harry melakukan gugatan terhadap The Mail. Pasalnya The Mail mendapat rekaman suara percakapan keduanya termasuk mengungkap surat pribadi Meghan kepada ayahnya yang tiba-tiba muncul dalam penerbitan dan akhirnya menyebar ke media-media lain.
Perlu diketahui bahwa surat yang pedas kepada editor empat tabloid, menurut pasangan Harry dan Meghan, tidak ditujukan kepada semua media. Pangeran Harry dan Meghan menegaskan mereka tetap bersikap baik dan menyambut tangan terbuka kepada para wartawan di seluruh dunia.
Dalam laporan terakhir, Pangeran Harry dan Meghan telah menetap di California, Amerika Serikat (AS), sejak bulan lalu dan tetap menunjukkan sikap rendah hati. Namun sejauh ini belum diketahui apakah pasangan dengan satu anak itu tinggal di daerah Malibu. (AFP/OL-09)
Sepanjang 2025, isu kemerdekaan pers, profesionalisme jurnalistik, serta keberlanjutan ekonomi media menjadi tiga persoalan utama yang saling berkaitan.
Media massa bisa semakin berperan sebagai duta literasi keuangan untuk membantu meningkatkan literasi, inklusi, dan pelindungan konsumen secara langsung di masyarakat.
WALI Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan pihaknya membutuhkan media massa untuk mengoptimalkan penginformasian kepada publik.
Broadcast: Jangkau audiens masif! Pelajari definisi, strategi, dan cara efektif sebarkan informasi secara luas. Raih perhatian maksimal!
Di tengah arus informasi yang begitu deras, generasi muda harus memiliki kemampuan literasi media yang kuat agar dapat mencerna informasi dengan cerdas.
Media memiliki pengaruh sangat besar terhadap keberhasilan agensi PR.
Pangeran Harry dan sejumlah pesohor seperti Elton John menggugat penerbit Daily Mail atas dugaan pencurian informasi pribadi secara ilegal selama 20 tahun.
Menilik kartu Natal keluarga kerajaan Eropa tahun 2025. Dari Pangeran William hingga Raja Charles, semua mengusung tema keakraban yang santai.
Prince Harry melontarkan sindiran tajam soal politik Amerika Serikat dan Donald Trump saat tampil mengejutkan di The Late Show with Stephen Colbert.
Meghan Markle dan Pangeran Harry melibatkan Archie dan Lilibet dalam kegiatan sosial menyiapkan makanan untuk komunitas Los Angeles bersama OBKLA.
Biografi terbaru mengungkap peringatan tegas Pangeran Philip kepada Pangeran Harry saat mengumumkan pertunangannya dengan Meghan Markle.
Hubungan Pangeran William dan Pangeran Harry yang telah membeku selama bertahun-tahun, tampaknya mulai menunjukkan tanda-tanda pencairan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved