Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Cegah Covid-19 Imported Case, Petugas Wuhan Periksa Pendatang

Deri Dahuri
29/3/2020 15:53
Cegah Covid-19 Imported Case, Petugas Wuhan Periksa Pendatang
Aparat keamanan dan petugas di stasiun kereta siap memeriksa setiap orang yang datang di Kota Wuhan, Hubei, Tiongkok.(AFP / Hector RETAMAL)

WUHAN sebagai ground-zero pandemi virus korona tipe baru atau Covid-19 telah kembali dibuka dengan penuh kehati-hatian. Kota yang berada di Provinsi Hubei, Tiongkok yang menjadi 'tempat kelahiran' pandemi Covid-19 itu tetap dalam penngawasan untuk mencegah ancaman baru Covid-19 yang berasal dari luar atau imported cases.  

Pembatasan perjalanan warga memang telah diperlonggar. Pada Sabtu (28/3), stasiun tersibuk di Wuhan mulai memberi pelayanan kepada para penumpang. Jalan-jalan tol yang sembelumnya diberlakukan lockdown juga mulai dibuka. Larangan bagi 50 juta warga di seluruh Provinsi Hubei telah dicabut.      

Dengan kembali dibukanya Wuhan, kini terjadi gelombang arus mudik warga Wuhan yang selama tak bisa memasuki kota tersebut.

Namun warga Wuhan yang berada di luar Wuhan mengaku mereka mendapat perlakuan tak nyaman berupa pengucilan dan mereka kerap tidak boleh bergabung dengan masyarakat pada umumnya. Kini masyarakat Wuhan berbondong-bondong kembali pula setelah 10 minggu berada di perantauan.    

Baca jugaKanada Batasi Perjalanan Orang dengan Gejala Covid-19

Kendati Wuhan telah dibuka, warga yang tiba di stasiun Wuhan tetap menggunakan masker rangkap, sarung tangan lateks, dan pakaian pelindung. Untuk mengantipasi virus korona yang datang dari luar, aparat keamanan dan petugas medis tetap melakukan pemeriksaan.      

Sebelum meninggalkan stasiun kereta Wuhan, semua penumpang diwajibkan untuk mendaftarkan data pribadi dan riwayat perjalanan mereka sebelum dilakukan pemeriksaan suhu tubuh dengan alat pendeteksi suhu.

Mereka juga harus menunjukkan sertifikat kesehatan yang baik atau level 'hijau' jika dinyatakan 'aman'. Pemerintah Tiongkok juga telah menggunakan sistem aplikasi ponsel yang telah digunakan secara nasional dan menggunakan data besar. Dengan aplikasi tersebut, otoritas pemerintah bisa melacak keberadaan orang yang berisiko tinggi.

Jika tindak memiliki sertifikat sehat, para pendatang diwajibkan melakukan tes asam nukleat untuk mengecek terinfeksi virus atau tidak, demikian dikatakan seorang pejabat di Distrik Jiangan, Wuhan, kepada AFP.

Bagi warga dalam laporan telah bepergian dari luar negeri, maka dia akan dimasukan ke lokasi pendaftaran yang berbeda. Mereka akan diperiksa petugas medis yang mengenakan baju hazmat atau baju pelindung standar petugas medis.

"Awalnya kami lebih takut dan mungkin berpikir itu lebih aman jika di luar negeri," kata Han Li, yang turut diperiksa oleh petugas di Wuhan. "Tapi sekarang sepertinya tidak seperti itui. Tampaknya lebih aman di Tiongkok," ucapnya. (AFP/OL-09)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Deri Dahuri
Berita Lainnya