Jumat 13 Maret 2020, 15:10 WIB

Nepal Tutup Jalur Pendakian ke Gunung Everest

Nur Aivanni | Internasional
Nepal Tutup Jalur Pendakian ke Gunung Everest

AFP/PRAKASH MATHEMA
Pendakian ke gunung Everest dari Nepal ditutup

 

Nepal pada Jumat (13/3) menangguhkan izin untuk mendaki Gunung Everest karena pandemi virus korona. Sebelumnya Tiongkok yang lebih dulu menutup akses pendakian ke Everest.

Menteri Kebudayaan, Pariwisata dan Penerbangan Sipil Yogesh Bhattarai mengatakan Nepal telah menghentikan pendakian di semua gunung di negara itu dan menghentikan pemberian visa turis.

Baca juga: Dampak Virus Korona, Tiongkok Tutup Akses ke Gunung Everest

"Pemerintah telah memutuskan untuk menangguhkan semua ekspedisi musim semi dan memo izin untuk saat ini. Keputusan itu dapat ditinjau setelah menganalisis skenario global selama sebulan mendatang," kata Bhattarai, dikutip dari Channel News Asia, Jumat (13/3).

Gunung Everest menarik ratusan pendaki gunung dari seluruh dunia setiap musim semi. Pasalnya musim semi menjadi waktu yang terbaik untuk mendaki Everest, tepatnya antara akhir April dan akhir Mei.

Tahun lalu, ada 885 orang mencapai puncak Everest, 644 di antaranya masuk dari Nepal dan 241 masuk dari sisi utara di Tibet. (OL-14)

 

Baca Juga

AFP/ATTA KENARE

Qatar Siap Jadi Tuan Rumah Perundingan Nuklir Iran-AS

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 27 Juni 2022, 21:50 WIB
Para menlu diundang untuk menyelesaikan kesepakatan setelah perundingan tak langsung berjalan selama 11 bulan antara Teheran dan...
ANTARA FOTO/Biro Pers Setpres/Laily Rachev/Handout

Presiden Dorong G7 Investasi di Sektor Energi Bersih di Indonesia

👤Andhika Prasetyo 🕔Senin 27 Juni 2022, 21:10 WIB
Menurut kepala negara, potensi Indonesia sebagai kontributor energi bersih, baik di dalam perut bumi, di darat, maupun di laut, sangat...
AFP/Mazen Mahdi.

Israel, Negara-Negara Arab Perdalam Kerja Sama Jelang Kunjungan Biden

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 27 Juni 2022, 20:42 WIB
Emir Qatar mengunjungi Kairo untuk pertama kali sejak kedua negara memulihkan hubungan menyusul keretakan yang dipimpin...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya