Rabu 22 Januari 2020, 09:41 WIB

Imigrasi AS Deportasi Seorang Mahasiswa Iran

Deri Dahuri | Internasional
Imigrasi AS Deportasi Seorang Mahasiswa Iran

Istimewa/handout
Mahasiswa Iran Mohammad Shahab Dehghani Hossein Abadi.

 

HUBUNGAN Amerika Serikat (AS) dan Iran tetap memanas. Terkait hubungan yang tak harmonis tersebut, pejabat imigrasi AS telah mendeportasi seorang mahasiswa Iran yang hendak menempuh pendidikan di sebuah universitas di Boston.

Sebenarnya, pendeportasian mendapat penolakan dari Persatuan Kebebasan Warga Sipil AS (ACLU) dan sejumlah advokat. Namun pihak imigrasi AS tetap kukuh untuk meminta kembali mahasiswa dari Iran tersebut.

Mahasiswa Iran yang bernama Mohammad Shahab Dehghani Hossein Abadi yang berusia 24 tahun telah mendaftarkan diri di Northeastern University. 

Namun dengan alasan demi meningkatkan keamanan di tengah hubungan yang memanas dengan Iran, pihak Proteksi Perbatasan dan Bea Cukai AS (CBP) mengatakan pihaknya tak bisa menerima kedatangan mahasiswa dari Iran tersebut.

Kasus pendeportasian tersebut jelas meningkatkan sejumlah pertanyaan baru mengenai tindakan yang tak adil yang dilakukan otoritas imigrasi di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump. 

Senator dari Massachusetts Elizabeth Warren, yang calon kandidat presiden dari Partai Demokrat, meminta pihak CBP untuk membatalkan deportasi pada Senin (20/1) malam dan berjanji akan menentang 'kebijakan xenofobia dari Trump'.      

Pengacara yang berkantor di Boston, Kerry Doyke, yang kerap mewakili dua kantor pengacara dan ACLU, mengatakan Abadi telah memberikan berkas persyaratan kepada imigrasi secara daring. Namun Abadi ditolak memasuki AS dengan alasan sebuah alasan tertentu. Tetapi Abadi akan tetap berada di AS dengan memegang visa mahasiswa.    

Tetapi seorang pejabat dari Departemen Keamanan Dalam Negeri AS mengungkapkan kenapa Abadi tak bisa menempuh pendidikan di AS.

Pejabat yang tak mau sebut namanya itu mengatakan bahwa otoritas perbatasan AS mendapat informasi bahwa Abadi memiliki anggota keluarga yang memliki hubungan bisnis dengan kelompok Hezbollah dari Libanon yang dimasukan dalam daftar kelompok teroris oleh AS dan gencar melakukan perlawanan terhadap Israel.   

Penerbitan visa ditunda

 

Abadi seharusnya mendapat visa mahasiswa untuk menempuh pendidikan di AS pada pekan lalu. Namun visanya ditunda setelah dia mendarat di Bandara Internasional Boston Logan pada Minggu (19/1).

Setelah serangan udara militer AS di Irak yang menewaskan jenderal terkemuka Iran, Qassem Soleimani, puluhan warga negara AS yang keturunan Iran yang telah menjadi warga negara AS atau izin tinggal permanen juga ditahan oleh pejebat imigrasi di Negara Bagian Washington, AS. (AFP/Aljazeera/OL-09)     

Baca Juga

AFP

Sejumlah Negara Perketat Pembatasan Masuk dari Luar Negeri

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Senin 25 Januari 2021, 23:50 WIB
Amerika Serikat akan bergabung dengan Prancis, Israel, dan Swedia dalam membatasi kedatangan...
Alexei Druzhinin / Sputnik / AFP

Vladimir Putin Terancam Dikiritik saat di Forum Ekonomi Dunia

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 25 Januari 2021, 23:13 WIB
Negara-negara Barat sedang mempertimbangkan kemungkinan penerapan sanksi baru terhadap Rusia atas perlakuan pemerintah Rusia terhadap...
AFP/Mladen Antonov

Soal Vaksin Tiongkok tidak Ingin Bersaing dengan India

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 25 Januari 2021, 22:56 WIB
Pemerintah Tiongkok tidak ingin terlibat persaingan atau berkonfrontasi soal vaksin Covid-19 dengan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya