Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PANEL darurat Badan Kesehatan Dunia (WHO) akan menggelar pertemuan pada pekan ini untuk membahas virus pneumonia yang telah menyebar keluar dari Tiongkok dan pada Senin (20/1) disebut telah menular antarmanusia.
Virus coronavirus itu pertama kali ditemukan di Kota Wuhan telah menyebabkan kekhawatiran karena virus ini disebut mirip dengan virus penyebab Sindroma Pernafasan Akut (SARS) yang menewaskan sekitar 650 orang di Tiongkok dan Hong Kong pada 2002 dan 2003.
Jumlah orang yang didiagnosa mengidap virus baru itu kini telah berjumlah 218 orang.
Baca juga: Korban Coronavirus Pertama Ditemukan di Korsel
Beijing dan Shanghai mengonfirmasi ditemukannya kasus pertama virus itu pada Senin (20/1) sementara puluhan lainnya ditemukan di Provinsi Guangdong, dan 136 kasus baru ditemukan di Wuhan selama akhir pekan.
Orang ketiga dipastikan tewas akibat virus itu di Wuhan.
Ilmuwan tengah berlomba mencari cara penularan virus itu dengan pasar boga bahari di Wuhan diyakini sebagai pusat penyebaran penyakit itu.
Namun, Zhong Nashan, ilmuwan ternama dari Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok yang membantu mengatasi wabah SARS mengatakan pasien kemungkinan tertular virus itu tanpa harus berkunjung ke Wuhan.
"Saat ini, bisa dikatakan bahwa telah dipastikan adanya penularan dari manusia ke manusia," ungkap Zhong.
Di Guangdong, dua pasien tertular dari kerabat mereka yang baru saja berkunjung ke Wuhan.
Sebanyak 14 personel medis yang merawat pasien pengidap coronavirus itu juga telah tertular.
Zhong meramalkan adanya peningkatan penularan penyakit pneumonia itu selama libur Tahun Baru Imlek. Meski begitu, dia optimistis akan bisa mengatasi penyebaran virus tersebut.
Panel darurat WHO dijadwalkan bertemu di Jenewa pada Rabu (22/1) untuk menentukan apakah menyatakan wabah itu sebagai 'darurat publik bertaraf internasional'--status langka yang hanya digunakan untuk epidemi berbahaya.
Sebelumnya, WHO mengatakan binatang tampaknya sebagai sumber awal penyakit itu dengan penularan dari manusia ke manusia terbatas dari mereka yang melakukan kontak jarak dekat. (AFP/OL-1)
Masyarakat perlu dijelaskan bahwa virus influenza yang saat ini banyak ditemukan di berbagai negara tidak selalu lebih berat, tetapi memang lebih mudah menular.
IDAI mengingatkan cacar air sangat menular. Satu anak bisa menularkan varicella ke 8–12 anak lain, terutama di sekolah dan lingkungan dengan kontak erat.
Pengurus Ikatan Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) sekaligus Ketua PDITT dr. Iqbal Mochtar, meminta masyarakat tidak panik dengan penyakit ini, apalagi dengan istilah super flu.
Superflu merupakan influenza tipe A virus H3N2 subclade K yang sudah ada dari dulu.
DIREKTUR Pascasarjana Universitas YARSI, Prof Tjandra Yoga Aditama, menjelaskan potensi influenza A (H3N2) subclade K atau Super Flu menjadi pandemi tergantung dari 3 faktor.
Hingga saat ini, telah dilaporkan 189.312 kasus flu positif di New York pada musim ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved