Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
RATUSAN demonstran mengepung Gedung Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Baghdad, Irak, Selasa (30/12) yang menuntut AS untuk mengakhiri intervensi ke negara tersebut.
Demonstran juga mengibarkan bendra kelompok para militer Hashd al-Shaabi atau Pasukan Mobilisasi Popular sambil meneriakkan ‘Turun, turun USA!”
Demonstrasi yang terjadi Selasa berbeda dengan sebelumnya yang melibatkan puluhan ribu demonstran yang menolak pemerintah Irak yang berkuasa.
Dalam demonstrasi di depan Kedubes AS, sebagian besar demonstran adalah para pendukung dan simpatisan Hashd Al-Shaabi. Mereka mengenakan baju militer dan berkumpul di Zona Hijau, Baghdad, yang menjadi kawasan gedung-gedung pemerintah Irak dan kedutaan besar.
Sejumlah saksi mengatakan setelah beberapa jam, aksi unjuk rasa akhirnya bubar setelah mereka memukul pintu utama dann melakukan aksi bakar di area tersebut.
Kepada Al Jazeera, para demonstran mengatakan mereka mendatangi Kedubes AS sebagai bentuk protes serangan udara militer AS terhadap kelompok milisi syiah pro-Iran, Kataib Hezbollah di wilayah Irak dan Suriah.
Dalam serangan udara AS yang dilakukan Minggu (26/12), sedikitnya anggota pasukan Kataib Hezbollah tewas dan 51 orang lainnya terluka.
Sementara itu, pihak Washington mengatakan bahwa serangan udara tersebut sebagai aksi balas dendam atas serangan sebuah roket pada Jumat (24/12) di dekat wilayah Kirkuk, Irak yang menewaskan seorang pegawai sipil kontrak AS. AS mengatakan kesalahan pada Kataib Hezbollah.
“Kami adalah Hash dan kami ke sini untuk balas dendam,” kata seorang demonstran yang berusia 40 tahun dan menolak untuk menyebut dengan alasan demi keamanan.
“Kami ke sini untuk memprotes serangan AS pada Hashd,” ucap Haydar, seorang demonstran yang berusia 20 tahunan. “Hashd adalah pasukan yang melindungi Irak dari terorisme.”
Kelompok paramiliter syiah yang didukung Iran telah bergabung dengan pemerintah Irak yang dikuasai kaum dalam bertempur melawan kelompok ISIS. Bahkan secara resmi kelompok yang menamakan diri PMF (Pasukan Mobilisasi Popular) tersebut telah bergabung ke dalam militer Irak pada Juli 2019.
Saat matahari hendak tenggalam di Baghdad, para demonstran akan membuat tenda untuk menginap di dekat Kedubes AS untuk aksi yang diambil AS untuk mengakhiri keberadaaanya dan intervensi terhadap Irak.
"Kami menuntut parlemen Irak melakukan tindakan terhadap AS. Kami ingi AS keluar,” ucap Haydar.
Demonstran lain yang bernama Ali yang mengaku pendukung PMF, mengatakan,”Kami turut berduka dengan tewas sejumlah anggota PMF akibat serangan udara AS ke Qaim dan jelas bahwa AS adalah sumber dari segala kejahatan di Irak sejak 2003.” (AFP/Aljazeera/Drd)
BANK sentral Iran tampaknya menggunakan sejumlah besar mata uang kripto yang didukung oleh politikus Inggris, Nigel Farage, yaitu stablecoin Tether.
EKOSISTEM aset digital Iran melampaui angka US$7,78 miliar atau sekitar Rp132 triliun pada 2025. Ini tumbuh lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya.
DI tengah rezim Iran yang semakin terdesak, menghadapi tekanan luar biasa baik dari dalam maupun luar negeri, mata uang kripto muncul sebagai alternatif keuangan bagi banyak warganya.
UNTUK kesekian kalinya, Republik Islam Iran tidak ciut nyali menghadapi gertakan negara-negara Barat, terutama Amerika.
Presiden AS Donald Trump menolak memberikan kepastian terkait langkah militer terhadap Iran di tengah meningkatnya ketegangan kedua negara.
Memang realisme politik Trump untuk menahan kemerosotan AS merupakan preseden yang mengancam tatanan internasional.
Irak ingin mengakhiri ketergantungan energi negaranya terhadap Iran pada 2028. Pasokan gas dari Teheran senilai sekitar US$4 miliar per tahun.
RENCANA kehadiran Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) perdamaian Gaza di Mesir pada Senin (13/10) dibatalkan pada detik-detik terakhir.
PADA Desember 2002, edisi khusus bertajuk Behind the Invasion of Iraq diterbitkan oleh Monthly Review Press. Penerbitan itu beberapa bulan sebelum invasi AS ke Irak benar-benar terjadi.
TIMNAS Arab Saudi menetapkan daftar 27 pemain yang akan tampil pada putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
UNI Emirat Arab (UEA) dan Irak menyambut baik pernyataan dari sejumlah negara mengenai pengakuan terhadap Negara Palestina.
Awalnya, skuad Garuda dijadwalkan menghadapi Arab Saudi pada 8 Oktober pukul 20.15 waktu setempat, disusul pertandingan melawan Irak pada 11 Oktober pukul 18.00.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved