Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
RATUSAN demonstran mengepung Gedung Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Baghdad, Irak, Selasa (30/12) yang menuntut AS untuk mengakhiri intervensi ke negara tersebut.
Demonstran juga mengibarkan bendra kelompok para militer Hashd al-Shaabi atau Pasukan Mobilisasi Popular sambil meneriakkan ‘Turun, turun USA!”
Demonstrasi yang terjadi Selasa berbeda dengan sebelumnya yang melibatkan puluhan ribu demonstran yang menolak pemerintah Irak yang berkuasa.
Dalam demonstrasi di depan Kedubes AS, sebagian besar demonstran adalah para pendukung dan simpatisan Hashd Al-Shaabi. Mereka mengenakan baju militer dan berkumpul di Zona Hijau, Baghdad, yang menjadi kawasan gedung-gedung pemerintah Irak dan kedutaan besar.
Sejumlah saksi mengatakan setelah beberapa jam, aksi unjuk rasa akhirnya bubar setelah mereka memukul pintu utama dann melakukan aksi bakar di area tersebut.
Kepada Al Jazeera, para demonstran mengatakan mereka mendatangi Kedubes AS sebagai bentuk protes serangan udara militer AS terhadap kelompok milisi syiah pro-Iran, Kataib Hezbollah di wilayah Irak dan Suriah.
Dalam serangan udara AS yang dilakukan Minggu (26/12), sedikitnya anggota pasukan Kataib Hezbollah tewas dan 51 orang lainnya terluka.
Sementara itu, pihak Washington mengatakan bahwa serangan udara tersebut sebagai aksi balas dendam atas serangan sebuah roket pada Jumat (24/12) di dekat wilayah Kirkuk, Irak yang menewaskan seorang pegawai sipil kontrak AS. AS mengatakan kesalahan pada Kataib Hezbollah.
“Kami adalah Hash dan kami ke sini untuk balas dendam,” kata seorang demonstran yang berusia 40 tahun dan menolak untuk menyebut dengan alasan demi keamanan.
“Kami ke sini untuk memprotes serangan AS pada Hashd,” ucap Haydar, seorang demonstran yang berusia 20 tahunan. “Hashd adalah pasukan yang melindungi Irak dari terorisme.”
Kelompok paramiliter syiah yang didukung Iran telah bergabung dengan pemerintah Irak yang dikuasai kaum dalam bertempur melawan kelompok ISIS. Bahkan secara resmi kelompok yang menamakan diri PMF (Pasukan Mobilisasi Popular) tersebut telah bergabung ke dalam militer Irak pada Juli 2019.
Saat matahari hendak tenggalam di Baghdad, para demonstran akan membuat tenda untuk menginap di dekat Kedubes AS untuk aksi yang diambil AS untuk mengakhiri keberadaaanya dan intervensi terhadap Irak.
"Kami menuntut parlemen Irak melakukan tindakan terhadap AS. Kami ingi AS keluar,” ucap Haydar.
Demonstran lain yang bernama Ali yang mengaku pendukung PMF, mengatakan,”Kami turut berduka dengan tewas sejumlah anggota PMF akibat serangan udara AS ke Qaim dan jelas bahwa AS adalah sumber dari segala kejahatan di Irak sejak 2003.” (AFP/Aljazeera/Drd)
Ketegangan AS-Iran memuncak. Presiden Donald Trump siapkan pangkalan militer di Timur Tengah dan pertimbangkan serangan terbatas demi kesepakatan nuklir.
Presiden AS Donald Trump menetapkan tenggat 15 hari bagi Iran untuk kesepakatan nuklir. Ancaman langkah militer membayangi jika diplomasi di Jenewa gagal.
Perwakilan Iran di PBB tegaskan AS pikat tanggung jawab penuh atas agresi militer. Semua pangkalan musuh di kawasan jadi target sah respons defensif.
Inggris Raya tolak permintaan AS gunakan pangkalan Diego Garcia untuk serang Iran. Donald Trump kritik keras PM Keir Starmer soal Kepulauan Chagos.
Pemerintahan Trump bersiap menarik seluruh pasukan AS dari Suriah dalam beberapa bulan ke depan. Fokus militer kini bergeser ke arah ketegangan yang memuncak dengan Iran.
Militer AS dilaporkan siap melancarkan serangan ke Iran paling cepat akhir pekan ini. Di tengah mobilisasi jet tempur dan kapal induk, Donald Trump masih menimbang opsi.
Irak ingin mengakhiri ketergantungan energi negaranya terhadap Iran pada 2028. Pasokan gas dari Teheran senilai sekitar US$4 miliar per tahun.
RENCANA kehadiran Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) perdamaian Gaza di Mesir pada Senin (13/10) dibatalkan pada detik-detik terakhir.
PADA Desember 2002, edisi khusus bertajuk Behind the Invasion of Iraq diterbitkan oleh Monthly Review Press. Penerbitan itu beberapa bulan sebelum invasi AS ke Irak benar-benar terjadi.
TIMNAS Arab Saudi menetapkan daftar 27 pemain yang akan tampil pada putaran keempat kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
UNI Emirat Arab (UEA) dan Irak menyambut baik pernyataan dari sejumlah negara mengenai pengakuan terhadap Negara Palestina.
Awalnya, skuad Garuda dijadwalkan menghadapi Arab Saudi pada 8 Oktober pukul 20.15 waktu setempat, disusul pertandingan melawan Irak pada 11 Oktober pukul 18.00.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved