Selasa 24 Desember 2019, 11:13 WIB

Turki dan HAM Internasional tak Puas Vonis Soal Kasus Khashoggi.

Deri Dahuri | Internasional
Turki dan HAM Internasional tak Puas Vonis Soal Kasus Khashoggi.

AFP
Grafik kronologis pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi di Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, pada Oktober 2018.

 

TURKI dan kelompok pembela hak asasi internasional mengecam vonis dari pengadilan Arab Saudi terkait kasus wartawan Jamal Khashoggi pada 2018. Mereka menilai pengadilan Saudi gagal memutuskan secara adil. 

Lima lima pelaku pembunuh Khashoggi telah divonis hukuman mati pada Senin (23/12). Aksi pembunuhan keji terhadap Khasoggi dilakukan dilakukan di dalam Gedung Konsulat Kerajaan Saudi di Istanbul, Turki, pada Oktober 2018.

Namun dua orang kepercayaan Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) yang diduga kuat terlibat justru dibebaskan. 

Pihak kejaksaan Saudi mengatakan telah memeriksa 31 orang terkait pembunuhan Khashoggi dan 11 orang dinyatakan terlibat pembunuhan. Tiga orang divonis hukuman penjara 2 tahun dan sisanya dibebaskan. Namun tidak disebutkan nama-nama terdakwa dibebaskan.  

"Investigasi menunjukkan bahwa pembunuhan tidak direncanakan sebelumnya. Keputusan diambil seketika," kata Wakil Jaksa Penuntut Umum Shalaan al-Shalaan. Pernyataan jaksa tersebut jelas bertentang dengan hasil investigasi dari tim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).   

Tutupi kasus sejak awal

Kepada Al Jazeera, jura bicara Pemantau HAM Internasional Ahmed Benchemsi mengatakan keputusan belum sesuai harapan kendati cukup puas.   

"Kasus ditutup-tutupi secara rahasia sejak awal, dan ini masih...sampai sekarang...Kami tak tahu identitas para pelaku yang menggunakan topeng. Kami tidak tahu siapa yang bertanggung jawab secara pasti," kata Benchemsi.  

"Para jaksa Saudi bahkan tidak berusaha menginvestigasi level atas dari kejahatan ini dan apakah mereka memainkan peran dalam memerintah termasuk Pengeran Mohammaed bin Salman," tambahnya .

Sebelum terjadi pembunuhan, Khashoggi kerap mengkritik kebijakan MBS yang tinggal di Amerika serikat (AS) dengan mendapat status pemberian untuk menetap.   

Hal senada diungkapkan otoritas Turki. Intelijen Turki menyimpulkan bahwa Khashoggi memang telah direncanakan untuk dibunuh. Badan Intelijen AS (CIA) mengatakan bahwa MBS sangat mungkin yang memerintahkan tim pembunuh untuk menghabisi nyawa Khasoggi.

Namun pihak Kerajaan Arab Saudi  terus membela MBS dan menegaskan secara berulang bahwa MBS tidak terlibat dalam pembuhan Khashoggi. (AFP/Aljazeera/OL-09)   

Baca Juga

AFP

Zelensky Umumkan Lyman Bebas dari Serdadu Moskow

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 03 Oktober 2022, 18:03 WIB
Perebutan kembali Lyman telah menjadi cerita paling populer di media, kata Zelensky dalam pidato Minggu...
AFP/RICARDO ARDUENGO

Tim Penyelamat Temukan 54 Korban Badai Ian

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 03 Oktober 2022, 15:50 WIB
Banyaknya ruas jalan yang terendam banjir dan hanyutnya sejumlah jembatan membuat akses menuju beberapa wilayah Florida...
AFP/	SERGEI KARPUKHIN

Putin Minta Kyiv Kembali ke Meja Perundingan

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 03 Oktober 2022, 10:52 WIB
"Masyarakat sudah menentukan pilihan, pilihan tegas ini adalah kehendak jutaan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya