Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BOEING mengatakan akan menghentikan untuk sementara waktu produksi pesawat 737 MAX mulai Januari mendatang. Keputusan itu muncul setelah dewan pembuat rencana Amerika Serikat (AS) mengadakan pertemuan selama dua hari di Chicago, yang dimulai pada Minggu (16/12).
"Kami sebelumnya telah menyatakan bahwa kami akan terus mengevaluasi rencana produksi kami jika larangan terbang MAX berlanjut lebih lama dari yang kami perkirakan," terang Boeing dalam sebuah pernyataan, Senin (16/12).
"Sebagai hasil dari evaluasi yang sedang berlangsung ini, kami telah memutuskan memprioritaskan pengiriman pesawat yang disimpan dan untuk sementara waktu menghentikan produksi pada program 737 yang dimulai bulan depan untuk mempertahankan sistem produksi jangka panjang dan kesehatan rantai pasokan," sambungnya.
Perusahaan itu telah membuat sekitar 40 pesawat per bulan, setelah 737 Max dilarang terbang di seluruh dunia pada Maret lalu dan memiliki sekitar 400 pesawat dalam penyimpanan.
Baca juga: Trump Mengaku Awasi Korut dengan Ketat
Larangan terbang Boeing 737 MAX tersebut dikeluarkan menyusul kecelakaan mematikan di Indonesia dan Ethiopia, yang keseluruhannya menewaskan 346 orang.
Dalam sebuah pernyataan, Boeing mengatakan akan tetap membayar para karyawan yang terdampak dari penghentian produksi sementara 737 MAX.
Karyawan yang terdampak direncanakan akan melanjutkan pekerjaan terkait seri Boeing 737 lainnya atau ditugaskan sementara untuk tim lain di Puget Sound, barat laut Seattle, AS.
"Seperti yang telah kami lakukan di seluruh landasan 737 MAX, kami akan menjaga pelanggan, karyawan, dan rantai pasokan kami tetap di atas kepala saat kami terus menilai tindakan yang tepat," terang Boeing.
Penghentian produksi sementara 737 MAX tersebut diumumkan menyusul teguran tajam yang diberikan Federal Aviation Administration (FAA) AS bagi Boeing pada pekan lalu.
FAA menuduhnya Boeing mengejar jadwal yang tidak realistis untuk membawa kembali MAX beroperasi.
Adapun, pada pekan lalu, FAA mengatakan mereka tidak dapat menyetujui kembali beroperasinya MAX sebelum 2020, meski Boeing menargetkan akan memperoleh lampu hijau pihak berwenang sebelum akhir tahun ini.
"Boeing akhirnya menerima kenyataan baru bahwa regulator keselamatan internasional itu tidak akan tunduk pada keinginan mereka dan proses mengembalikan pesawat-pesawat ini kembali beroperasi tidak sesederhana perbaikan perangkat lunak cepat," terang anggota senat AS Richard Blumenthal dalam sebuah pernyataan.
Keputusan penghentian produksi sementara 737 MAX itu mengonfirmasi kekhawatiran investor bahwa pemulihan perusahaan dari krisis akan berlarut dan membawa ketidakpastian lebih jauh.
Sebelumnya, saham Boeing turun 4,3% karena para investor mengantisipasi keputusan penghentian produksi sementara atau sepenuhnya pada 737 MAX. (afp/dw/OL-2)
Boeing menyatakan siap memberikan dukungan teknis kepada NTSB dalam penyelidikan jatuhnya pesawat kargo MD-11F di Louisville, Kentucky.
Pesawat kargo MD-11F milik UPS yang jatuh di dekat Bandara Louisville diketahui berusia 34 tahun. Model ini akan segera dipensiunkan karena dinilai boros bahan bakar.
PEMERINTAH Indonesia menyepakati pembelian 50 unit pesawat Boeing sebagai bagian dari kesepakatan tarif bea masuk dengan Amerika Serikat.
Transformasi total di tubuh Garuda harus serius dilakukan.
Air India menyatakan tidak menemukan masalah pada sakelar bahan bakar pesawat Boeing lainnya setelah kecelakaan tragis yang menewaskan 260 orang.
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) menyatakan sedang melanjutkan komunikasi intensif dengan produsen pesawat asal Amerika Serikat (AS), Boeing.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved