Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH 43 orang tewas dalam kebakaran pabrik di ibu kota India, New Delhi. Polisi memperkirakan jumlah korban akan bertambah.
Kebakaran yang terjadi pada dini hari di kawasan tua kota itu. Lokasinya memiliki jalur sempit dan padat serta dipenuhi banyak manufaktur dan unit-unit penyimpanan.
"Kami menyelamatkan setidaknya 50 orang," ujar wakil kepala petugas pemadam kebakaran New Delhi, Sunil Choudhary, kepada AFP.
"Mereka adalah buruh dan pekerja pabrik yang tidur di dalam gedung berlantai empat atau lima ini," imbuhnya seraya memastikan api telah padam tetapi operasi penyelamatan terus berlangsung.
Seorang pejabat senior kepolisian Delhi mengatakan kembali dapat mengevakuasi delapan atau sembilan orang. Sehingga jumlah keseluruhan jiwa yang diselamatkan sebanyak 58 orang.
Petugas pemadam kebakaran mengatakan sangat sulit mengakses tempat yang kurang penerangan di pusat komersial Sadar Bazar.
Baca juga: New Delhi Tersedak Asap Polusi Udara
Media berita lokal menyiarkan rekaman pemadam kebakaran yang membawa orang-orang keluar dari jalan sempit ke kendaraan darurat terdekat.
Petugas pemadam kebakaran pun menyampaikan jika bangunan pabrik dipenuhi dengan tas-tas sekolah dan bahan pengemas. Mereka juga belum bisa memastikan penyebab kebakaran.
Wakil komisaris polisi distrik utara Delhi Monika Bhardwaj mengatakan kepada AFP, jumlah korban jiwa dari insiden itu telah melonjak menjadi 43, sebanyak 16 lainnya masih dirawat di rumah sakit setempat.
"Pemadam kebakaran telah menyelesaikan pekerjaan penyelamatan. Tidak ada lagi jenazah di lokasi. Kami belum tahu penyebab kebakaran tetapi memahami itu diperburuk karena kantong kemasan plastik, tas dan bahan-bahan lain seperti itu di sana," tambah Bhardwaj.
"Sebagian besar yang meninggal sedang tidur ketika kebakaran terjadi dan disebabkan sesak napas," kata asisten komisioner polisi Sadar Bazar kepada AFP.
Banyak pabrik dan unit manufaktur kecil berlokasi di kawasan kota tua yang sempit karena tempat relatif lebih murah. Unit-unit semacam itu sering juga berfungsi sebagai tempat tidur bagi kaum miskin, kebanyakan buruh migran dan pekerja, dan yang menghemat uang dengan tidur semalam di tempat kerja.
Kurangnya perencanaan dan lemahnya penegakan peraturan bangunan dan keselamatan sering menyebabkan kecelakaan mematikan.
"Kebakaran di Anaj Mandi di Delhi, Jalan Rani Jhansi, sangat mengerikan. Pikiran saya ada bersama mereka yang kehilangan orang yang mereka cintai," kata Perdana Menteri Narendra Modi di Twitter.
"Semoga yang terluka segera pulih. Pihak berwenang menyediakan semua kemungkinan bantuan di lokasi tragedi itu," tukasnya.
Kepala Menteri Delhi Arvind Kejriwal menggambarkan insiden itu sebagai berita yang sangat tragis.
"Operasi penyelamatan sedang berlangsung. Petugas pemadam kebakaran melakukan yang terbaik. Yang terluka dibawa ke rumah sakit," tulis Kejriwal di Twitter. (AFP/OL-5)
Startup India Sarvam AI mengejutkan dunia dengan Sarvam Vision dan Bulbul, model AI lokal yang mengungguli Google Gemini dan DeepSeek dalam OCR dan suara.
Menkes Budi Gunadi Sadikin mengajak masyarakat untuk meningkatakan kewaspadaan pencegahan virus nipah terutama saat bepergian ke negara-negara seperti India dan Banglades
SEDIKITNYA 31 orang tewas dan 169 lain luka-luka ketika seorang pelaku bom bunuh diri meledakkan dirinya di suatu masjid Syiah selama salat Jumat di ibu kota Pakistan, Islamabad.
INDIA mengutuk serangan bom bunuh diri di suatu masjid Syiah di Islamabad, Pakistan, yang menewaskan sedikitnya 31 orang dan melukai 169 lainnya pada Jumat (6/2).
POLDA Bali mengungkap jaringan judi online internasional yang beroperasi di wilayah Bali.
Presiden AS Donald Trump resmi menurunkan tarif barang India menjadi 18%. Sebagai gantinya, PM Narendra Modi sepakat menghentikan pembelian minyak Rusia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved