Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Rusia mengusir seorang diplomat Bulgaria sebagai tindakan balasan setelah Sofia menolak visa atase pertahanan Rusia yang baru menjabat, menurut Kementerian Luar Negeri Bulgaria pada Kamis (5/12).
Duta Besar Bulgaria di Moskow, Atanas Krastin, diinformasikan bahwa diplomat tersebut harus angkat kaki dari Rusia dalam waktu 24 jam menurut protokol diplomatik, demikian pernyataan kementerian.
Moskow merujuk pada 'prinsip timbal balik', katanya.
Baca juga: AS akan Tunjuk Dubes untuk Sudan Pertama dalam 23 Tahun
Bulgaria pada Oktober mengatakan pihaknya menolak visa atase pertahanan yang baru menjabat di kedutaan besar Rusia di Sofia, sehari setelah mengusir diplomat Rusia lainnya atas dugaan mata-mata.
Bulgaria, sekutu loyal Moskow selama masa komunis, kini menjadi anggota NATO dan Uni Eropa tetapi tetap mempertahankan ikatan sejarah dan budaya yang kuat dengan Rusia, yang masih menjadi pemasok energi terbesarnya.
Sofia tidak bergabung dengan sekutunya di Uni Eropa dan NATO, yang mengusir diplomat Rusia tahun lalu terkait dengan kasus keracunan mantan mata-mata Rusia di Inggris. (OL-1)
Perdana Menteri Kanada Mark Carney bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing. Kunjungan pertama dalam 8 tahun ini menjadi titik balik hubungan kedua negara.
Ia menilai Indonesia sebaiknya mendorong penurunan eskalasi konflik, terutama karena Indonesia telah ditetapkan sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia PBB periode 2026.
Pimpinan Komisi I DPR RI mengecam keras aksi bintang film dewasa asal Inggris, Tia Emma Billinger alias Bonnie Blue, yang dinilai melecehkan bendera Merah Putih.
AYIMUN 19th di Bangkok mempertemukan ratusan generasi muda dari 35 negara untuk belajar diplomasi global melalui lima council internasional.
Yuddy Chrisnandi menyoroti lemahnya peran lembaga internasional seperti PBB, OECD, G20, dan IMF, yang kini menghadapi ujian eksistensi dan relevansi di tengah meningkatnya ketegangan global.
Rini Widyantini menyoroti transformasi birokrasi digital yang tengah dijalankan pemerintah, serta pentingnya kolaborasi lintas negara dalam memperkuat tata kelola publik
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved