Minggu 24 November 2019, 17:30 WIB

Dugaan Intervensi Tiongkok Kacaukan Kampanye Pemilu Taiwan

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Dugaan Intervensi Tiongkok Kacaukan Kampanye Pemilu Taiwan

AFP
Dugaan Intervensi Tiongkok Kacaukan Kampanye Pemilu Taiwan

 

DUGAAN baru bahwa Beijing berusaha menyusupi demokrasi di Taiwan mengacaukan kampanye pemilihan umum di pulau itu pada akhir pekan ini, dan pesaing utama Presiden Tsai Ing-wen mengatakan ia akan mundur kalau telah menerima uang dari Partai Komunis China.   

Seorang pembelot Tiongkok, yang disebutkan bernama Wang 'William' Liqiang oleh media Australia, menyampaikan pernyataan di bawah sumpah kepada Organisasi Intelijen Keamanan Australia, atau ASIO, mengenai upaya Beijing untuk mempengaruhi politik di Taiwan, Hong Kong, dan Australia.     

Secara khusus Wang mengatakan ia membantu membimbing perhatian media positif ke arah politisi tertentu Taiwan, termasuk penantang utama Tsai, Han Kuo-yu dari Partai Kuomintang --yang bersahabat dengan Tiongkok, demikian laporan Reuters --yang dipantau Antara di Jakarta, Ahad (24/11).

Tiongkok, di dalam pernyataan pada Sabtu (23/11) malam, mengatakan, Wang adalah penipu terpidana yang melakukan perjalanan dengan dokumen palsu.

Taiwan, yang diklaim oleh Tiongkok sebagai wilayahnya yang akan dibawa ke dalam kendali Beijing melalui kekuatan jika perlu, sudah berada dalam siaga tinggi untuk upaya Tiongkok menggoyang pemilihan presiden dan anggota Dewan Legislatif, yang dijadwalkan pada 11 Januari, baik melalui kegiatan penyebaran informasi yang menyesatkan maupun lewat intimidasi militer.  


Baca juga: Warga Hong Kong Beramai-Ramai Ikut Pemilu


Perincian mengenai apa yang diduga dilakukan Tiongkok di Taiwan dengan cepat menyulut reaksi keras dari Han dan partainya dan Tsai serta Partai Progresif Demokratis (DPP) yang dipimpinnya dan berkuasa. DPP mendukung kemerdekaan resmi Taiwan, garis merah buat Beijing.

Ketika berbicara dalam persinggahan kampanye di Taiwan Timur pada Sabtu, Tsai mengatakan 'bayangan' Tiongkok menjadi makin jelas dan makin jelas. Taiwan tidak boleh membiarkan Tiongkok menghancurkan nilai-nilai demokrasinya, tambah
Tsai.    

Ketua DPP Cho Jung-tai, yang menulis di laman Facebook-nya, mengatakan Kuomintang bergabung dengan Partai Komunis China melawan Taiwan dan mendesak rakyat agar memanfaatkan suara mereka secara bijaksana.        

"Akankah satu suara akan memutuskan apakah Taiwan ingin memasuki Tiongkok, yang totaliter, bersama Kuomintang?" tulis Cho.  

Kuomintang menyebut laporan di media Australia 'sangat sensasional', dan menambahkan partai tersebut berharap pemerintah tidak menggunakan itu untuk 'mempermainkan ketakutan kartu komunis'. (Ant/OL-1)

Baca Juga

AFP/Hamed Malekpour/Tasnim News

Iran Antarkan Ilmuwan Nuklirnya ke Peristirahatan Terakhir

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 01 Desember 2020, 00:50 WIB
Tampak gambar besar Fakhrizadeh di sebelah pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei serta mantan jenderal tinggi Qasem...
AFP/Iranian Defence Ministry

Siapakah Ilmuwan Nuklir Iran Fakhrizadeh yang Dibunuh? (Bagian 3)

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 30 November 2020, 22:16 WIB
Berbicara kepada media pemerintah, Abbasi-Davani mengatakan Fakhrizadeh telah bekerja di semua bidang untuk mendukung kegiatan nuklir...
AFP/Iranian Defence Ministry

Siapakah Ilmuwan Nuklir Iran Fakhrizadeh yang Dibunuh? (Bagian 2)

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 30 November 2020, 22:11 WIB
Sebelum Netanyahu membicarakannya, Fakhrizadeh telah muncul dalam dokumen Badan Energi Atom Internasional pada Desember...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya