Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
PUTRA Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman menegaskan dirinya tidak pernah memerintahkan pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi, Oktober lalu.
Dalam sebuah wawancara yang ditayangkan Minggu (29/9), Pangeram Mohammed bin Salman mengatakan, "Tentu saja tidak. Itu adalah kejahatan yang mengerikan. Namun, sebagai pemimpin Arab Saudi, saya bertanggung jawab penuh. Terutama karena kejahatan itu dilakukan oleh individu yang bekerja untuk pemerintahan Arab Saudi."
"Ketika kejahatan dilakukan terhadap warga Arab Saudi oleh pejabat pemerintah, sebagai pemimpin, saya bertanggung jawab," imbuhnya.
Pangeran Mohammed bin Salman mendapat tekanan dari dunia internasional setelah Khashoggi dibunuh dan dimutilasi di Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki.
Putra Mahkota Arab Saudi itu menegaskan aksi pembunuhan itu dilakukan tanpa sepengetahuan dirinya.
Baca juga: Pangeran Salman Sebut Perang dengan Iran akan Ganggu Ekonomi
Riyadh berulang kali membantah Pangeran Mohammed bin Salman mendalangi pembunuhan wartawan Amerika Serikat itu. Mereka menyebut pembunuhan itu dilakukan dalam sebuah operasi liar.
Laporan dari pakar HAM PBB yang melakukan penyelidikan independe menyebut ada bukti kuat yang menghubungkan Pangeran Mohammed bin Salman dengan pembunuhan itu.
Penyelidikan CIA juga menyimpulkan bahwa pembunuhan itu dilakukan atas perintah Pangeran Mohammed bin Salman.
Namun, jaksa Arab Saudi menyatakan Pangeran Mohammed bin Salman dan menghukum sekitar dua lusin orang terkait pembunuhan itu dengan hukuman penjara dengan lima di antaranya terancam divonis mati. (AFP/OL-2)
Ustaz Zakaria menekankan bahwa aturan di Tanah Haram bukan untuk membatasi jemaah, melainkan menjaga ketertiban dan kekhusyukan ibadah.
Mengenal budaya 'Hafawah' Arab Saudi. Mengapa melayani tamu adalah seni dari hati bagi masyarakatnya?
Presiden Donald Trump membentuk Board of Peace untuk perdamaian Gaza. Indonesia, Saudi, hingga Turki resmi bergabung, sementara Putin masih mempertimbangkan.
Menhaj menjelaskan alasan petugas haji 2026 dilatih semi-militer. Fokus pada disiplin, kesiapan fisik-mental, dan tantangan medan di Arab Saudi.
Melihat gaya bermain Jepang yang mengandalkan penguasaan bola (possession) dan kecepatan transisi, kedua calon lawan ini menawarkan tantangan yang sangat berbeda secara taktikal.
Pernyataan itu juga menyampaikan bahwa KJRI Jeddah turut memfasilitasi pemulangan satu WNI dengan kondisi lumpuh akibat sakit ke Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved