Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

PBB Sambut Tawaran Houthi untuk Akhiri Serangan ke Saudi

Haufan Hasyim Salengke
22/9/2019 14:15
PBB Sambut Tawaran Houthi untuk Akhiri Serangan ke Saudi
Ketua Dewan Politik Tertinggi Houti Mahdi Al-Mashat(AFP/Mohammed Huwais)

PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa (PBB) menyambut baik proposal dari gerilyawan Houthi di Yaman untuk mengakhiri semua serangan terhadap Arab Saudi sebagai bagian dari inisiatif perdamaian.

Sebuah pernyataan mengatakan proposal itu dapat mengirim "pesan kuat dari keinginan untuk mengakhiri perang."

Pada Sabtu (21/9) waktu setempat, Utusan Khusus PBB untuk Yaman, Martin Griffiths, menyambut baik penghentian serangan dan seruan untuk solusi politik yang diumumkan Houthi.

"Utusan khusus menekankan pentingnya memanfaatkan peluang ini dan bergerak maju dengan semua langkah yang diperlukan untuk mengurangi kekerasan, eskalasi militer, dan retorika yang tidak membantu," kata sebuah pernyataan yang dikeluarkan dari kantornya.

Sementara dalam pengumuman yang disiarkan televisi, ketua Dewan Politik Tertinggi Houthi, Mahdi al-Mashat, mengatakan kelompoknya akan mengakhiri semua serangan terhadap Arab Saudi, asalkan kerajaan dan sekutunya melakukan hal yang sama.

Baca juga : AS Kirim Pasukan ke Kawasan Teluk, Iran Rilis Peringatan Perang

"Kami berhak untuk membalas dan merespons jika tidak ada reaksi terhadap inisiatif kami," ujarnya, dan meminta semua pihak di Yaman untuk bekerja menuju "rekonsiliasi nasional yang komprehensif."

Tawaran ini datang seminggu setelah serangan pesawat nirawak dan rudal menghantam fasilitas minyak Saudi.

Pemberontak Houthi mengklaim telah melakukan serangan itu, tetapi Amerika Serikat dan Saudi menyalahkan Iran. Teheran membantah terlibat dalam serangan yang mengakibatkan harga minyak dunia melonjak tajam.

Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir pada Sabtu mengatakan senjata yang digunakan dalam serangan itu adalah milik Iran. Riyadh bersumpah untuk merilis temuan penuh mereka.

Berbicara kepada wartawan di Riyadh, Jubeir mengatakan pemerintahnya sedang berkonsultasi dengan sekutu dan akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan setelah penyelidikan selesai, tanpa memberikan rincian tindakan yang mungkin diambil.

"Kerajaan menyerukan kepada masyarakat internasional untuk memikul tanggung jawab dalam mengutuk mereka yang mendukung tindakan ini, dan untuk mengambil posisi tegas dan jelas terhadap perilaku sembrono yang mengancam ekonomi global," ujarnya.

Perang saudara di Yaman telah menewaskan lebih dari 10.000 orang dan mendorong jutaan orang ke tepi jurang kelaparan dalam bencana kemanusiaan buatan manusia terburuk di dunia.

Arab Saudi dan sekutu regionalnya secara drastis meningkatkan konflik pada 2015 ketika mereka meluncurkan kampanye udara melawan Houthi, yang telah menggulingkan Presiden Abdrabbuh Mansour Hadi dan merebut ibu kota Sanaa.

Houthi telah meluncurkan banyak serangan drone, rudal, dan roket ke wilayah Saudi. (BBC/OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ghani Nurcahyadi
Berita Lainnya