Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Akibat Penyerangan Instalasi Minyak Saudi, Bursa Saham AS Runtuh

Angga Bratadharma
17/9/2019 08:38
Akibat Penyerangan Instalasi Minyak Saudi, Bursa Saham AS Runtuh
Seorang broker beraktivitas di Bursa Saham New York(AFP/Don Emmert )

SAHAM-SAHAM Amerika Serikat (AS) runtuh, Senin (16/90 waktu setempat . Pelemahan itu terjadi karena sentimen pasar dipengaruhi serangan drone terhadap fasilitas minyak di Arab Saudi selama akhir pekan yang memicu ketidakstabilan pasar minyak dunia.

Mengutip Xinhua, Selasa (17/9), indeks Dow Jones Industrial Average turun sebanyak 142,70 poin atau 0,52% menjadi 27.076,82. Sedangkan S&P 500 turun sebanyak 9,43 poin atau 0,31% menjadi 2.997,96. Indeks Komposit Nasdaq turun 23,17 poin atau 0,28% menjadi 8.153,54.

Sebanyak delapan dari 11 sektor S&P 500 utama berakhir lebih rendah, dengan bahan dan diskresi konsumen masing-masing turun 1,63% dan 1,31%, memimpin penghambat. Namun saham energi melonjak sebanyak 3,29%.

Baca juga: Koalisi Arab Saudi Tuding Drone Penyarang Buatan Iran

Harga minyak naik secara signifikan pada Senin (16/9) karena serangan akhir pekan di ladang minyak Arab Saudi menyebabkan gangguan produksi minyak di wilayah tersebut, yang juga mengintensifkan kekhawatiran perlambatan ekonomi global.

Bahkan lonjakan sementara harga minyak dapat mengganggu, terutama pada saat ekonomi global sudah menunjukkan kelemahan dari penyebab lain, catat beberapa ahli.

Saham General Motors ditutup turun 4,25% di tengah pemogokan setelah negosiasi kontrak antara pembuat mobil dan United Auto Workers mogok.

Sementara itu, Wall Street sedang menunggu pengumuman terbaru Federal Reserve AS tentang suku bunga, yang dijadwalkan pada Rabu (18/9) sore.

Keputusan mengenai arah suku bunga acuan menjadi penting untuk melihat ke mana ekonomi Amerika Serikat (AS) bergerak, sejalan dengan pelemahan yang mulai terjadi. (Medcom/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya