Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
PERINGATAN tragedi teror 11 September (9/11) di Amerika Serikat dijadikan momentum oleh Presiden AS Donald Trump untuk mengindikasikan kebijakan yang lebih keras terhadap Taliban di Afghanistan.
Peryataan yang dilontarkannya di Pentagon dalam peringatan 11 tahun serangan teror yang menewaskn hampir 3.000 orang itu, hanya berselang beberapa hari setelah ia memutuskan untuk menunda perundingan damai dengan Taliban akibat serangan yang terus berlangsung di Afghanistan.
"Selama empat hari terakhir pasukan kita telah memukul musuh dengan lebih keras dibandingkan sebelumnya. Saya pastikan itu akan terus berlanjut," kata Trump merujuk pada pasukan AS di Afghanistan.
Meski demikian, indikasi pukulan keras yang disebutkan Trump tersebut belum terlihat jelas. Hal itu mengingat saat ini pasukan AS di Afghanistan hanya berjumlah 14.000 prajurit, tak sebanyak 2010 saat pasukan AS mencapai 100 prajurit di sana.
Baca juga : Trump Pecat Penasehat Keamanan Nasional
Selain memberikan tekanan pada Taliban yang dianggap mbalelo, peringatan 9/11 juga dijadikan Trump untuk memastikan pendekatan keamanan baru terhadap serangan teroris yang terjadi di negeri Paman Sam.
Ancaman terhadap warga AS di daratan utama, kata Trump akan berhadapan dengan respons keras yang belum pernah digunakan sebelumnya.
"Jika mereka 9teroris0 kembali menyerang negara kita, kami akan mengejar mereka dimanapun berada dan menggunakan kekuatan yang belum pernah digunakan oleh militer AS sebelumnya," ujar Trump.
"Saya tidak berbicara soal nuklir, tapi mereka akan melihat sesuatu yang tidak mereka duga sebelumnya," imbuh Trump. (AFP/OL-7)
KETEGANGAN AS-Iran meningkat. Republik Islam Iran secara resmi mengeluarkan Notice to Airmen (NOTAM) yang menyatakan wilayah udara di atas Selat Hormuz sebagai "zona berbahaya".
IRAN mengeluarkan peringatan penerbangan atau Notice to Airmen (NOTAM) terkait latihan tembakan langsung di wilayah udara sekitar Selat Hormuz, menandai peningkatan kesiapsiagaan militer.
AMERIKA Serikat (AS) memperluas kehadiran militernya di Timur Tengah dengan mengerahkan kapal induk dan jet tempur tambahan di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.
Sepp Blatter menilai kekhawatiran terkait faktor keamanan menjadi alasan yang sangat kuat bagi para suporter untuk mempertimbangkan kembali rencana mereka datang langsung ke AS.
KOMANDO Pusat Angkatan Udara AS menyatakan Washington akan menggelar latihan kesiapan militer yang diperpanjang di tengah meningkatnya ketegangan terkait Iran.
KEPALA Dana Investasi Langsung Rusia Kirill Dmitriev, pada Selasa (27/1), mengatakan bahwa penarikan pasukan Ukraina dari Donbas dapat mendorong perdamaian di Ukraina.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved