Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
PERINGATAN tragedi teror 11 September (9/11) di Amerika Serikat dijadikan momentum oleh Presiden AS Donald Trump untuk mengindikasikan kebijakan yang lebih keras terhadap Taliban di Afghanistan.
Peryataan yang dilontarkannya di Pentagon dalam peringatan 11 tahun serangan teror yang menewaskn hampir 3.000 orang itu, hanya berselang beberapa hari setelah ia memutuskan untuk menunda perundingan damai dengan Taliban akibat serangan yang terus berlangsung di Afghanistan.
"Selama empat hari terakhir pasukan kita telah memukul musuh dengan lebih keras dibandingkan sebelumnya. Saya pastikan itu akan terus berlanjut," kata Trump merujuk pada pasukan AS di Afghanistan.
Meski demikian, indikasi pukulan keras yang disebutkan Trump tersebut belum terlihat jelas. Hal itu mengingat saat ini pasukan AS di Afghanistan hanya berjumlah 14.000 prajurit, tak sebanyak 2010 saat pasukan AS mencapai 100 prajurit di sana.
Baca juga : Trump Pecat Penasehat Keamanan Nasional
Selain memberikan tekanan pada Taliban yang dianggap mbalelo, peringatan 9/11 juga dijadikan Trump untuk memastikan pendekatan keamanan baru terhadap serangan teroris yang terjadi di negeri Paman Sam.
Ancaman terhadap warga AS di daratan utama, kata Trump akan berhadapan dengan respons keras yang belum pernah digunakan sebelumnya.
"Jika mereka 9teroris0 kembali menyerang negara kita, kami akan mengejar mereka dimanapun berada dan menggunakan kekuatan yang belum pernah digunakan oleh militer AS sebelumnya," ujar Trump.
"Saya tidak berbicara soal nuklir, tapi mereka akan melihat sesuatu yang tidak mereka duga sebelumnya," imbuh Trump. (AFP/OL-7)
Dubes Iran Kazem Jalali beberkan syarat gencatan senjata di Timur Tengah, mulai dari ganti rugi perang hingga kendali Selat Hormuz. Simak tuntutan lengkap Teheran di sini.
Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI, Sukamta menegaskan bahwa Indonesia perlu mengambil posisi yang tepat dan terukur dalam merespons mediasi Iran dan AS sejalan politik luar negeri bebas dan aktif.
Negara Teluk (GCC) desak keterlibatan dalam perundingan AS-Iran guna jamin kedaulatan dan keamanan regional pascaserangan masif yang sasar infrastruktur vital mereka.
Iran resmi balas proposal 15 poin AS dengan menuntut ganti rugi perang, penghentian pembunuhan, dan pengakuan kedaulatan penuh atas Selat Hormuz sebagai syarat damai.
Presiden AS Donald Trump klaim telah lumpuhkan kekuatan tempur Iran, termasuk hancurkan 154 kapal dan peluncur rudal, serta sebut perang telah dimenangkan militer AS.
Ketua Parlemen Iran Qalibaf mengancam bakal menyerang infrastruktur vital negara kawasan jika terbukti membantu musuh menduduki salah satu pulau strategis milik Iran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved