Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PENEMBAKAN massal di Texas, Amerika Serikat, Sabtu (31/8) petang waktu setempat menewaskan sedikitnya lima orang dan membuat banyak lainnya terluka.
Seorang pria menembakkan senjata api dari dalam mobil secara acak ke arah warga di Kota Odessa dan Midland. Polisi mengatakan tersangka penembakan, yakni seorang pria kulit putih, telah ditembak mati.
Konsulat Jenderal RI di Houston mengimbau warga negara Indonesia (WNI) yang berada di sana untuk tetap waspada.
"Terkait dengan kejadian penembakkan massal di Kota Midland dan Odessa, Texas, pada Sabtu, 31 Agustus 2019, KJRI Houston mengimbau kepada seluruh WNI di wilayah tersebut agar meningkatkan kewaspadaan," kata KJRI Houston dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Minggu (1/9).
KJRI Houston juga mengimbau agar WNI menjauhi keramaian dan tetap berada di dalam rumah.
Baca juga: Amerika Bersiap Hadapi Badai Dorian
"Hingga kepolisian setempat menyatakan kondisi aman," imbuh mereka.
WNI juga diimbau untuk memantau pemberitaan media massa untuk mengetahui situasi lebih lanjut.
KJRI Houston juga mengeluarkan nomor hotline di +1 (346) 932 7284, untuk para WNI atau kerabat yang ingin mengetahui situasi terkini di Texas.
Seorang juru bicara polisi mengonfirmasi lima orang tewas dan 16 lainnya terluka. Beberapa aparat termasuk dalam deretan korban penembakan.
Rumah sakit Medical Center Odessa mengatakan seorang anak berusia di bawah dua tahun terluka dalam penembakan. Tujuh pasien lainnya di rumah sakit tersebut berada dalam kondisi serius.
Penembakan terjadi tepat empat pekan usai seorang pria bersenjata menembak mati 22 orang dan melukai 24 lainnya di kota El Paso, Texas. (Medcom/OL-1)
Kesaksian baru mengungkap detik-detik penembakan Alex Pretti di Minneapolis. Otoritas Minnesota gugat pemerintahan Trump atas dugaan penghilangan barang bukti.
Analisis video CNN mengungkap fakta mengejutkan dalam kasus penembakan Alex Pretti. Agen federal tampak telah mengamankan senjata sebelum tembakan fatal beruntun terjadi.
Video terbaru mengungkap kronologi penembakan Renee Nicole Good oleh agen ICE di Minneapolis. Korban sempat berkata “saya tidak marah” sebelum ditembak.
Penembakan yang menewaskan Renee Nicole Macklin Good, 37 tahun, pada Rabu lalu kini menjadi sorotan tajam publik dan aparat penegak hukum.
Wali Kota Minneapolis menuding pemerintahan Trump menutup fakta penembakan warga oleh agen ICE dan mendesak penyelidikan independen di tengah protes nasional.
Presiden Trump mengklaim penembakan wanita oleh petugas ICE di Minneapolis adalah bela diri, sementara Gubernur Tim Walz menyebut narasi tersebut sebagai propaganda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved