Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA pemimpin Rusia dan Turki berbagi keprihatinan mendalam terhadap pertempuran di Suriah. Ankara memperingatkan pihaknya siap mengambil langkah serius untuk melindungi pasukan di wilayah tersebut.
Setelah melakukan pertemuan bilateral, Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan harapan untuk bekerja sama meredam ketegangan di Provinsi Idlib.
Bulan ini, pasukan pemerintah yang didukung Rusia melancarkan serangan darat di salah satu wilayah Suriah, yang berada di luar kendali pemerintah.
Pertempuran itu mengancam akan meningkatkan ketegangan antara Rusia dan Iran, yang mendukung rezim Presiden Suriah, Bashar al-Assad. Sementara itu, Turki mendukung beberapa kelompok pemberontak.
"Situasi di zona deeskalasi Idlib menjadi perhatian serius bagi Rusia dan Turki," ujar Putin dalam konferensi pers bersama Erdogan, yang ditayangkan televisi pemerintah Rusia.
Baca juga: Presiden Iran Syaratkan Penarikan Sanksi AS
Lebih lanjut, Putin menekankan Turki memiliki kepentingan sah untuk melindungi wilayah perbatasan selatan. Berikut, mendukung penciptaan zona keamanan di kawasan tersebut.
Putin mengatakan dirinya dan Erdogan menyetujui sejumlah langkah bersama, untuk menormalisasi wilayah Idlib. Namun, Putin enggan memberikan rincian langkah yang dimaksud.
Tahun lalu, Moskow dan Ankara membentuk kesepakatan menciptakan zona penyangga de-eskalasi sekitar Idlib. Tujuannya mencegah serangan rezim berskala penuh.
Akan tetapi, pasukan rezim Assad memborbardir provinsi tersebut selama berbulan-bulan. Pada 8 Agustus lalu, mereka melancarkan serangan darat.
Turki mendirikan 12 pos pengamatan militer di Idlib, dengan mengacu kesepakatan zona penyangga. Namun, salah satu pos dikepung pasukan pemerintah Suriah.
"Situasi di Idlib sudah sangat rumit, sehingga pasukan kami dalam bahaya. Kami tidak ingin situasi ini berlanjut. Kami siap mengambil langkah yang diperlukan," pungkas Erdogan.
Perundingan antara Putin dan Erdogan dilakukan jelang pertemuan puncak terkait Suriah. Kedua pemimpin akan bertemu dengan Presiden Iran, Hassan Rouhani, di Ankara pada 16 September.
Erdogan ingin pertemuan itu berkontribusi mendorong perdamaian di wilayah konflik. Para pemimpin Rusia dan Turki menyatakan dukungan terhadap integritas teritorial Suriah. Namun, Putin menegaskan urgensi perlawanan terhadap pasukan militan di Idlib.
"Kelompok teroris terus menyerang posisi pasukan pemerintah Suriah, mencoba menyerang instalasi militer Rusia. Zona deeskalasi tidak boleh dijadikan tempat perlindungan militan, apalagi jembatan bagi serangan baru," tutur Putin.
Wilayah Idlib didominasi kelompok militan Hayat Tahrir al-Sham, mantan afiliasi Al-Qaeda di Suriah. Belum lama ini terjadi pertempuran sengit di wilayah tersebut.
Barisan utama perang menewaskan lebih dari 370 ribu orang dan jutaan orang terlantar sejak 2011. Pada Selasa waktu setempat, bentrokan antara pejuang anti-pemerintah dan pasukan rezim di wilayah barat Suriah, menewaskan 51 pejuang dari kedua pihak.
Putin dan Erdogan bertemu di sela-sela pertunjukan udara internasional MAKS, yang berlokasi di tepi Moskow. Sebuah agenda yang menampilkan karya industri militer dan kedirgantaraan Rusia.
Kedua pemimpin menyoroti upaya peningkatan kerja sama. Turki membeli sistem rudal S-400 buatan Rusia pada Juli lalu, yang memicu kemarahan Amerika Serikat (AS). Putin mengungkapkan dirinya dan Erdogan turut membahas kerja sama militer, termasuk pembelian jet tempur Sukhoi Su-35. (AFP/OL-2)
Grossi mengatakan kepada wartawan bahwa IAEA telah menerima informasi tentang insiden tersebut dari Iran dan Rusia.
Iran bantah kabar Mojtaba Khamenei dilarikan ke Rusia untuk operasi medis. Sementara itu, pejabat tinggi Ali Larijani dikonfirmasi tewas akibat serangan Israel.
Rusia perluas kerja sama militer dengan Iran, berikan citra satelit real-time dan teknologi drone Shahed canggih untuk targetkan posisi militer AS.
MenteriĀ ESDM Bahlil Lahadalia menuturkan pemerintah Indonesia membuka opsi impor minyak mentah (crude) dari Rusia.
Kapal tanker Rusia Arctic Metagaz terombang-ambing tanpa awak setelah serangan drone. Membawa 60.000 ton gas, Italia menyebutnya 'bom waktu'.
Zakharova menilai serangan tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap aturan internasional dan menekankan bahwa fasilitas diplomatik harus dilindungi.
Izin ekspor untuk daging sapi dan kambing, minyak bunga matahari, biji minyak, kacang lentil hijau dan lentil merah saat ini tidak akan dikeluarkan.
Istanbul dan Bursa menyuguhkan perpaduan unik antara refleksi keagamaan, warisan budaya, dan tradisi berabad-abad yang tetap terjaga hingga kini.
Ekrem Imamoglu, rival utama Presiden Erdogan, hadir di pengadilan atas tuduhan korupsi. Oposisi dan aktivis HAM sebut persidangan ini bermotif politik.
Iran ajak Turki investigasi bersama dugaan serangan rudal guna tangkal propaganda. Erdogan sampaikan belasungkawa atas wafatnya Ali Khamenei dan tragedi sekolah Minab.
Seperti yang kami laporkan sebelumnya, pemerintah Azerbaijan mengatakan dua drone dari Iran mendarat di wilayah Nakhchivan, salah satunya mengenai gedung bandara.
SEBUAH rudal balistik yang diluncurkan dari Iran dan menuju ke wilayah udara Turki setelah melintasi Suriah dan Irak. Rudal itu telah dihancurkan oleh sistem pertahanan udara NATO
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved