Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
WORLD Health Organization (WHO) meminta para peneliti melakukan evaluasi dan penelitian lebih mendalam terkait plastik berukuran mikro (mikropastik) dan dampaknya terhadap kesehatan manusia.
Hal itu disampaikan karena data keberadaan mikroplastik khususnya dalam air minum masih sangat terbatas dengan beberapa studi yang dapat diandalkan.
Hingga saat ini, WHO menyebut tingkat mikroplastik dalam air minum belum berbahaya bagi manusia. Akan tetapi, organisasi kesehatan dunia itu meminta adanya riset lanjutan tentang potensi risiko di masa mendatang.
Dalam laporan pertama ini, WHO meneliti dampak dan kandungan mikroplastik pada air keran dan air kemasan botol.
"Berdasarkan penelitian kami, air minum kemasan memiliki risiko rendah akan kandungan mikroplastik dan dampak bagi tubuh," kata Koordinator Air dan Sanitasi WHO Bruce Gordon, Kamis (22/8).
Desakan untuk mengetahui potensi risiko mikroplastik di tubuh manusia pun disampaikan oleh Direktur Departemen Kesehatan Masyarakat WHO Maria Neira.
Baca juga: 120 Ribu Partikel Mikroplastik Masuk ke Tubuh
"Kami sangat perlu mengetahui dampak kesehatan dari masuknya mikroplastik dalam tubuh, karena mikroplastik ada dimana-mana, termasuk dalam air yang kami minum," tuturnya.
"Kita juga harus melakukan penghentian peningkatan polusi plastik di seluruh dunia," imbuhnya.
WHO juga mendesak penumpasan polusi plastik untuk memberi manfaat bagi lingkungan dan mengurangi paparan manusia terhadap mikroplastik.
Terlepas dari risiko kesehatan manusia yang disebabkan mikoplastik dalam air minum, perlu adanya langkah-langkah dari pembuat kebijakan dan masyarakat untuk mengelola plastik lebih bijak dan bahkan menguranginya.
Dalam laporannya, WHO menyebutkan ukuran mikroplastik yang lebih besar dari 150 mikrometer tidak mugkin diserap tubuh manusia. Namun, tubuh manusia mungkin menyerap ukuran partikel yang lebih kecil seperti nanoplastik.
Laporan ini pun memperingatkan bahaya lain di masa depan jika emisi plastik di lingkungan tidak juga turun. Mikroplastik dapat menghadirkan risiko yang meluas untuk ekosistem air. Pada gilirannya dapat meningkatkan paparan ke manusia.
Para ahli merekomendasikan pengolahan air limbah seperti penyaringan karena dapat menghilangkan lebih dari 90% mikroplastik dalam air.
WHO memastikan langkah itu akan memiliki banyak keuntungan, salah satunya mengatasi masalah air yang terkontaminasi tinja dengan menghilangkan mikroba patogen dan bahan kimia yang dapat menyebabkan penyakit diare.(AFP/OL-2)
Pola gangguan kesehatan ini bahkan konsisten muncul pada hari ketiga Ramadan selama dua tahun terakhir.
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menegaskan capaian dan penghargaan inovasi daerah tidak boleh menjadi titik akhir dalam berinovasi.
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
Siapa sangka, golongan darah ternyata ikut berkaitan dengan risiko serangan jantung. Ini bukan mitos kesehatan.
Dengan teknologi bedah robotik, standar perawatan bedah tidak lagi dibatasi oleh jarak geografis, melainkan ditentukan oleh kualitas keahlian dan presisi teknologi.
Memakai galon guna ulang bisa mengurangi sampah kemasan sekali pakai hingga 316 ton setiap tahun.
ANAK-anak muda Tanah Air berhasil menoreh prestasi dengan menciptakan karya seni yang memanfaatkan sampah platik. Beautiful Raja Ampat karya Dwi Siti Qurrotu Aini dari ITB
Pameran internasional terbesar untuk sektor mesin, material, dan teknologi pengolahan plastik serta karet, Plastics & Rubber Indonesia, akan kembali hadir pada 19–22 November 2025.
Pemerintah terus mendorong penggunaan sustainable material di sektor industri, salah satunya melalui pengembangan bioplastik.
Berdasarkan data SIPSN tahun 2024, timbulan sampah di 318 kabupaten/kota mencapai 34,1 juta ton per tahun, dengan 67,42% atau sekitar 23 juta ton belum terkelola dengan baik.
Ada sekitar 56 produk yang dibawa Greenhope ke World Expo 2025 Osaka. Produk-produk tersebut berupa bioplastik dan biodegradable additive.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved