Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA kasus penembakan massal menyebabkan 29 orang tewas di Amerika Serikat. Dalam kejadian pertama, seorang pria bersenjata senapan serbu membunuh 20 orang di pusat perbelanjaan Walmart di El Paso, Texas, Sabtu (3/8) waktu setempat.
Kurang dari 13 jam kemudian, seorang pelaku yang berbeda menembak mati sembilan orang. Pelaku pun akhirnya tewas ditembak polisi, di Dayton, Ohio, kemarin.
Dalam kasus di Texas, polisi menangkap pelaku yang berusia 21 tahun. Media AS menyebut pria kulit putih itu bernama Patrick Crusius. Dia menyerah kepada polisi tidak jauh dari lokasi penembakan.
Presiden Donald Trump menggambarkan serangan di El Paso sebagai perbuatan pengecut, sedangkan polisi kemungkinan menangani kasus ini sebagai kejahatan kebencian.
"Saat ini kami meneliti manifesto pelaku yang kemungkinan mengarah kepada hal itu," ujar Kepala Polisi El Paso, Greg Allen.
Pada manifesto yang tersebar di dunia maya itu, Crusius antara lain menuliskan kebenciannya terhadap 'invasi warga keturunan Spanyol' di Texas.
El Paso merupakan kota yang dekat dengan perbatasan AS-Meksiko. Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador mengatakan tiga warga Meksiko tewas dalam kejadian itu. "Enam warga Meksiko juga terluka," tambah Menlu Marcelo Ebrard.
Sementara itu, polisi dan FBI masih menyelidiki identitas pelaku di Dayton. Penembakan itu terjadi di jalanan yang penuh dengan tempat minum dan distrik hiburan malam.
Wali Kota Dayton, Nan Whaley, menyebut pelaku menggunakan rompi antipeluru serta senapan dengan ekstra peluru. "Dalam waktu kurang dari semenit, polisi Dayton melumpuhkan pelaku," ujarnya.
Penembakan massal itu merupakan yang kedua dalam waktu kurang dari seminggu di AS. Pekan lalu, kejadian serupa terjadi di sebuah festival makanan bawang putih di California. Peristiwa itu menewaskan tiga orang, termasuk dua anak-anak.
Sementara itu, KJRI Houston, Amerika Serikat, mengimbau WNI tetap waspada dan berhati-hati pascapenembakan massal. "KJRI Houston telah menghubungi simpul masyarakat dan melakukan pengecekan. Seluruh WNI di El Paso dalam kondisi aman," demikian keterangan tertulis KJRI Houston, kemarin.
Saat ini tercatat 11 orang WNI berada di El Paso. Masyarakat kemudian diimbau agar meningkatkan kewaspadaan, menghindari lokasi penembakan, memantau pemberitaan media massa, dan mematuhi aparat penegak hukum. (*/AFP/Ant/X-11)
Kesaksian baru mengungkap detik-detik penembakan Alex Pretti di Minneapolis. Otoritas Minnesota gugat pemerintahan Trump atas dugaan penghilangan barang bukti.
Analisis video CNN mengungkap fakta mengejutkan dalam kasus penembakan Alex Pretti. Agen federal tampak telah mengamankan senjata sebelum tembakan fatal beruntun terjadi.
Video terbaru mengungkap kronologi penembakan Renee Nicole Good oleh agen ICE di Minneapolis. Korban sempat berkata “saya tidak marah” sebelum ditembak.
Penembakan yang menewaskan Renee Nicole Macklin Good, 37 tahun, pada Rabu lalu kini menjadi sorotan tajam publik dan aparat penegak hukum.
Wali Kota Minneapolis menuding pemerintahan Trump menutup fakta penembakan warga oleh agen ICE dan mendesak penyelidikan independen di tengah protes nasional.
Presiden Trump mengklaim penembakan wanita oleh petugas ICE di Minneapolis adalah bela diri, sementara Gubernur Tim Walz menyebut narasi tersebut sebagai propaganda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved