Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
PETUGAS di lepas pantai Libia mengatakan bahwa pihaknya telah mengevakuasi 62 jasad migran, Jumat, (26/7) waktu setempat. Migran tewas setelah menyeberangi laut untuk mencari tempat suaka yang lebih layak jika dibandingkan dengan negara mereka.
Sementara itu, ada sekitar 145 migran yang telah diselamatkan oleh petugas pantai Libia. Ratusan migran ini tenggelam di laut setelah kapal yang mereka tumpangi karam karena kelebihan muatan. “Tim Bulan Sabit Merah kami telah membantu proses evakuasi 62 migran dari perairan sejak Kamis malam,” ujar kepala unit penyelamatan Bulan Sabit Merah Libia Abdelmoneim Abu Sbeih.
“Tubuh para migran itu mengambang di pantai terus menerus,” tambahnya.
Tak hanya petugas penjaga pantai dan Palang Merah Libia yang membantu proses penyelamatan. Seorang nelayan yang tengah melaut juga membantu proses evakuasi migran.
Kepala badan pengungsi PBB Filippo Grandi menyebut kecelakaan itu merupakan kejadian terburuk tahun ini.
Juru bicara angkatan laut Libia Jenderal Ayoub Kacem mengatakan sebagian besar migran berasal dari Eritrea meskipun Palestina dan Sudan juga di antara kelompok yang menunggu untuk dibawa ke pusat penerimaan.
Otoritas setempat mengumpulkan dan menyimpan jasad para korban, tetapi menghadapi masalah untuk menemukan tempat permakaman bagi mereka.
Sekjen PBB Antonio Guterres mengatakan bahwa ia ‘ngeri’ mendengar tragedi itu. “Kami membutuhkan jalur yang aman dan legal bagi para migran dan pengungsi. Setiap migran yang mencari kehidupan yang lebih baik layak mendapat keselamatan dan martabat,” ujar Antonio Guterres.
Salah satu korban yang selamat, Abdallah Osman, menyebut ketika kapal mereka ada dalam masalah, semua orang tidak bisa mengambil tindakan.
“Banyak anak tidak bisa berenang dan mereka menyerah karena kelelahan,” katanya.
Komisaris tinggi PBB untuk pengungsi (UNHCR) mengatakan jumlah kematian yang dikonfirmasi pada rute Libia ke Eropa ialah 164 sejak awal tahun ini.
Eksodus besar dari pantai Afrika utara ke Eropa dimulai setelah pemberontakan 2011 yang menggulingkan diktator Libia Moamar Khadafi.
Para pemimpin Eropa berupaya membendung aliran kapal migran melintasi Mediterania, termasuk bermitra dengan penjaga pantai Libia.
“Peristiwa mengerikan ini sekali lagi menyoroti perlunya perubahan dalam pendekatan terhadap situasi Mediterania. Diperlukan tindakan mendesak untuk mencegah orang naik kapal-kapal ini dengan menawarkan alternatif yang lebih aman dan legal,” kata salah seorang juru bicara UNHCR, Charlie Yaxley. (AFP/I-1)
Keduanya diduga terseret arus ke bagian tengah waduk yang lebih dalam.
Seorang remaja berinisial J (19) dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di lapangan sepak bola yang terendam banjir
SEORANG pekerja perusahaan sawit bernama Muhammad Rosaid Amar alias Edo (33) tenggelam di Sungai Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Kalimantan Timur.
Sebuah kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Koridor PT RAPP Kilometer 10, Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan menyebabkan dua orang meninggal dunia.
Total delapan santriwati terseret arus Sungai Lusi saat hendak mencari kerang setelah mengunjungi rumah ustaz di bantaran sungai.
TIGA orang santriwati yang terseret arus sungai Lusi di Kelurahan Kedungjenar, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, ditemukan tewas akibat tenggelam.
Tujuh imigran ilegal asal Tiongkok di perairan selatan Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Mereka diamankan bersama tiga warga negara Indonesia asal Sulawesi Tenggara
SEJUMLAH negara miskin sepakat menerima deportasi dari Amerika Serikat (AS) sebagai bagian dari kebijakan Presiden Donald Trump yang memperketat aturan terhadap migran ilegal.
FEMA siapkan leih dari US$600 juta untuk negara bagian dan pemerintah lokal menahan imigran ilegal.
Polandia memberlakukan pemeriksaan tambahan di perbatasan Jerman dan Lithuania mulai awal pekan ini di tengah meningkatnya kecemasan gelombang imigran ilegal
KEMENTERIAN Luar Negeri (Kemenlu) RI mengungkapkan bahwa sudah ada 58 warga negara Indonesia (WNI) yang terdampak operasi penindakan imigran di Amerika Serikat hingga saat ini.
PEMERINTAHAN Presiden Donald Trump tengah mendorong pelaksanaan deportasi massal dengan target ambisius yaitu mendeportasi satu juta imigran tanpa dokumen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved