Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMIMPIN umat Katolik Sri Lanka, Jumat (26/4), mengaku merasa dikhianati oleh kegagalan pemerintah menanggapi ancaman adanya serangan bom pada Hari Paskah.
Pemerintah Sri Lanka telah mengakui adanya keteledoran besar terhadap peringatan dari intelehen asing bahwa kelompok radikal Nasional Thowheeth Jama'ah (NTJ) berencana melakukan seragan bom bunuh diri di sejumlah gereja.
Pada 11 April, Kepala Polisi Sri Lanka merilis peringatan berdasarkan laporan intelejn. Namun, perdana menteri maupun menteri Sri Lanka mengaku tidak mendapatkan peringatan itu.
Sedikitnya 253 orang tewas ketika teroris meledakkan diri di dalam tiga gereja, termasuk dua gereja Katolik, dan tiga hotel di Sri Lanka.
Uskup Agung Kolombo Kardinal Malcolm Ranjith mengatakan gereja Katolik Sri Lanka sama sekali tidak diberi tahu mengenai ancaman serangan itu.
"Saya merasa dikhianati. Saya sangat sedih," ujar Ranjith ketika ditanya terkait peringatan serangan teror itu.
"Itu adalah sebuah kealpaan serius di sisi badan keamanan karena tidak memberi tahu kami," imbuhnya.
Baca juga: Muslim Sri Lanka Doa Bersama untuk Perdamaian
Dia menegaskan telah meminta penjelasan dari pemerintah namun tidak mendapatkannya.
"Mereka semua mengaku tidak tahu apa-apa. Mereka saling melempar tanggung jawab," kecam Ranjith.
Pada Jumat (26/4), Perdana Menteri Sri Lanka Ranil Wickremesinghe meminta maaf karena gagal mencegah aksi bom bunuh diri itu.
"Kami bertanggung jawab dan meminta maaf kepada semua warga karena gagal memberikan perlindungan kepada para korban," ungkap Wickremesinghe lewat Twitter.
"Kami berjanji akan membangun kembali gereja kita, membangkitkan ekonomi, dan mengambil langkah uang diperlukan untuk mencegah terorisme," imbuhnya.
Pengamat menyebut perselisihan antara Wickremesinghe dan Presiden Maithripala Sirisena menyebabkan berhentinya pembagian informasi intelejen itu. (AFP/OL-2)
Banjir juga merusak lebih dari 75 ribu rumah termasuk hampir 5 ribu unit yang hancur sepenuhnya.
SELURUH wilayah ibu kota Sri Lanka terendam banjir, kemarin, setelah siklon kuat memicu hujan lebat dan tanah longsor di seluruh pulau.
Sri Lanka dilanda banjir dan longsor dahsyat yang menewaskan lebih dari 330 orang. Pemerintah serukan darurat.
Menurut Pusat Manajemen Bencana (DMC), sedikitnya 193 orang tewas akibat hujan deras selama sepekan yang dipicu Siklon Ditwah, sementara 228 orang dinyatakan hilang.
Tujuh biksu Buddha, termasuk tiga warga asing, tewas setelah kereta kabel putus dan jatuh di Biara Hutan Na Uyana, Sri Lanka.
Tragedi hari Jumat tersebut adalah yang terburuk bagi Angkatan Udara Sri Lanka sejak pesawat Y-12 buatan Tiongkok jatuh di Haputale, 200 kilometer (125 mil) timur Kolombo, pada Januari 2020.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved