Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Warga Tolak Penunjukan Presiden Sementara Aljazair

(AFP/Yan/I-2)
11/4/2019 09:00
 Warga Tolak Penunjukan Presiden Sementara Aljazair
Polisi anti huru hara Aljazair memantau protes anti-pemerintah di ibukota Aljir, pada 9 April 2019( (Photo by RYAD KRAMDI / AFP))

POLISI di ibu kota Aljazair terpaksa menembakkan gas air mata dan meriam air kepada ribuan siswa yang memprotes penunjukan presiden sementara yang baru. Mereka menyebut hal itu sebagai bagian dari perintah presiden yang ingin mereka singkirkan.

Demonstrasi di pusat Aljazair, Selasa (9/4), terjadi ketika parlemen secara resmi mengukuhkan Ketua Majelis Tinggi Abdelkader Bensalah sebagai penjabat kepala negara selama 90 hari berikutnya, menggantikan Presiden Abdelaziz Bouteflika. Bouteflika mengundurkan diri pekan lalu setelah berada di bawah tekanan akibat protes yang dipimpin oleh para pemuda selama sepekan.

Tayangan video menunjukkan pasukan keamanan bergerak ke arah demonstran yang berteriak 'Keluar dari sistem!' Pasukan keamanan kemudian bereaksi menyiram mereka dengan semprotan merica, menembakkan air dari meriam air, dan mengibas-ngibaskan tongkat untuk membubarkan kerumunan.

Sementara itu, penunjukan Bensalah dinilai telah sesuai dengan konstitusi Aljazair. Namun, para pengunjuk rasa yang ingin Bouteflika turun setelah 20 tahun menjabat tidak puas dengan penunjukan itu. Pasalnya, Bensalah ialah sekutu kunci dari Bouteflika.

Menurut analis, penunjukan presiden sementara baru ini memungkinkan negara untuk menyelenggarakan pemilihan. Di lain hal, Bensalah, yang tidak dapat mencalonkan diri dalam pemilihan, tidak mendapatkan dukungan dari partai oposisi.

Dalam pidato yang disiarkan di televisi, pria berusia 76 tahun itu berjanji untuk menyelenggarakan pemilihan umum yang bebas dalam masa 90 hari. Bensalah berharap pemilu nanti akan menghasilkan presiden yang berkomitmen untuk membangun Aljazair yang baru.

Bensalah juga mengumumkan rencana untuk segera membentuk badan berdaulat dengan bantuan kalangan politik dan masyarakat sipil. Badan ini akan membantu menetapkan persyaratan yang diperlukan untuk pemilihan jujur dan transparan. (AFP/Yan/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya