Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
PERDANA Menteri Inggris Theresa May mendorong negara-negara Arab dan Eropa untuk "melipatgandakan upaya" untuk mencapai perjanjian damai konflik Yaman. Pernyataan disampaikan PM May dalam perjalanan menuju Konferensi Tingkat Tinggi Uni Eropa dan Liga Arab di Sharm el-Sheikh, Mesir, Minggu 24 Februari 2019.
"Harus ada solusi politik. Ini satu-satunya cara mengakhiri krisis (Yaman) dan penderitaan yang diakibatkannya," kata PM May, seperti dikutip dari laman Sky News.
PM May meminta dialog damai konflik Yaman yang digelar di Stockholm pada Desember lalu diubah menjadi "perdamaian abadi." Perang sipil di Yaman antara pasukan lokal yang didukung Arab Saudi dengan pemberontak Houthi sudah berlangsung hampir empat tahun.
Dalam dialog damai di Stockholms, kedua kubu menyepakati gencatan senjata di kota pelabuhan Hodeidah dan menarik pasukan. "Tekanan harus diberikan kepada semua pihak yang terlibat dalam konflik (Yaman)," tegas PM May.
"Pasukan dari semua kubu harus keluar dari Hodeidah dan melanjutkan rencana pertukaran tawanan. Gencatan senjata harus dihormati semua pihak tanpa terkecuali," lanjutnya.
Baca juga: Konflik Yaman masih Membara
Menggunakan kesempatan di KTT UE-Liga Arab, PM May bertekad mendorong Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz Al Saud untuk menyelesaikan konflik Yaman. Meski begitu, PM May mengisyaratkan kebijakan penjualan senjata dari Inggris ke Arab Saudi tetap berjalan sesuai rencana.
"Saya akan menggarisbawahi komitmen Inggris terhadap keamanan Arab Saudi di kawasan," ungkap PM May.
Pernyataan PM May soal komitmen tersebut muncul usai parlemen Inggris merilis sebuah laporan. Salah satu yang disebutkan dalam laporan adalah, penjualan senjata dari Inggris ke Arab Saudi telah "menyebabkan jatuhnya banyak korban jiwa dari warga sipil" di Yaman.
Masih terkait konflik Yaman, PM May berjanji akan menggelontorkan tambahan dana bantuan senilai GBP200 juta atau setara Rp3,6 triliun ke negara tersebut. Janji diungkapkan PM May menjelang konferensi konflik Yaman di Jenewa pada Selasa mendatang.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut sekitar 10 ribu orang tewas dalam konflik di Yaman. Namun sejumlah kelompok hak asasi manusia memprediksi angka sebenarnya jauh lebih tinggi. (Medcom/OL-7)
Pejabat Iran klaim Mossad dalangi serangan drone ke kilang minyak Ras Tanura Saudi untuk memicu perang regional. Simak rincian tuduhan Teheran di sini.
Selly pun menekankan agar pemerintah memberikan perhatian serius kepada jemaah umrah mandiri yang berpotensi tidak terdata secara menyeluruh oleh pemerintah.
Tengku Mohd Dzaraif mengatakan sebagian besar jamaah haji yang terlantar dijadwalkan pulang menggunakan penerbangan Malaysia Airlines.
Jemaah yang bisa masuk ke kawasan Timur Tengah dikhawatirkan tidak bisa keluar dari wilayah tersebut sampai waktu yang telah ditentukan.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha, mengatakan bahwa calon jemaah umrah yang direncanakan berangkat hingga sebelum musim haji.
Kementerian Luar Negeri Kuwait mengutuk dengan sekeras-kerasnya serangan terhadap kedutaan besar AS di negara itu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved