Rabu 13 April 2016, 06:50 WIB

Konflik Yaman masih Membara

Yanurisa Ananta | Internasional
Konflik Yaman masih Membara

AFP/ SALEH AL-OBEIDI

 

Konflik di negara miskin di Semenanjung Arab itu telah menghancurkan sebagian besar kawasan tersebut.

UPAYA perdamaian konflik antara pemerintah Yaman dan kelompok pemberontak Syiah Houthi di negeri itu tampaknya masih sulit terlaksana.

Pasalnya, sepanjang Minggu-Senin lalu, kedua pihak melanggar gencatan senjata yang telah ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kemarin, sebuah bom bunuh diri bahkan menewaskan setidaknya lima calon tentara pemerintah Yaman, termasuk pelaku pengeboman dan delapan lainnya luka-luka di ibu kota Aden.

Pengeboman yang diduga didalangi kelompok ekstremis Al-Qaeda itu dilakukan seorang pria yang mengenakan rompi bermuatan bom. Pelaku meledakkan diri di tengah antrean pemuda yang sedang mendaftar menjadi anggota militer.

Sejak pasukan propemerintah berhasil mengusir kelompok pemberontak Syiah Houthi musim panas lalu, bangunan militer dan pemerintah menjadi target sejumlah serangan. Pasukan loyalis Presiden Abedrabbo Mansour Hadi, Presiden Yaman sekarang, meluncurkan operasi melawan pemberontak didukung koalisi militer pimpinan Arab Saudi. Namun, kelompok milisi Al-Qaeda dan Islamic Group (IS) memanfaatkan perseteruan pemerintah dan kelompok pemberontak untuk memperkuat kekuasaan di Yaman Selatan.

Pemerintah Yaman dan kelompok pemberontak yang didukung Iran telah beberapa kali bentrok di Yaman, kata petugas keamanan. Mulai kemarin, gencatan senjata yang ditengahi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah dua hari dilanggar, membuka ruang bahaya bagi Yaman.

Pasukan loyalis pemerintah bertempur dengan kelompok Syiah Houthi di Provinsi Marib, timur dan utara Kota Sana'a, kota yang dikuasai pemberontak. Keduanya memperebutkan kendali atas wilayah itu.

Koalisi pimpinan Arab Saudi yang menggelar kampanye melawan pemberontak tahun lalu, menyebut pelanggaran gencatan senjata yang terjadi mulai Senin (11/4) ini tergolong 'kecil'. Sejak pertempuran dimulai tengah malam antara Minggu-Senin, sebanyak tujuh tentara tewas dan 15 lainnya terluka.

Sementara itu, seorang tentara tewas dan sembilan lainnya terluka dalam serangan pemberontak di sebuah pangkalan angkatan bersenjata di selatan Kota Baihan, perbatasan Provinsi Marib.

Ada pula bentrokan di Nihm, timur laut Sana'a. Kelompok pemberontak mengatakan pihaknya menerima serangan pasukan pemerintah.

Mereka menyatakan pasukan propemerintah telah melakukan 39 pelanggaran gencatan senjata, termasuk serangan di Taez dan Baida. Pesawat-pesawat perang milik koalisi militer pimpinan Arab Saudi beterbangan di sejumlah area di Yaman.

Perundingan damai

Juru bicara kelompok pemberontak Mohammed Abdulsalam memperingatkan dalam akun Facebook-nya, "Aksi militer lanjutan akan membahayakan proses perdamaian dan mengurangi kesempatan menggelar dialog selanjutnya."Namun, dilanggarnya gencatan senjata tidak mengurungkan niat PBB mensponsori pembicaraan perdamaian di Kuwait, 18 April 2016.

"Penghentian permusuhan tampaknya akan berlangsung," kata juru bicara PBB Stephanie Dujarric. Di sisi lain, ia menyadari adanya sejumlah pelanggaran.

Lebih dari 6.300 orang tewas akibat perang antara pemerintah dan pemberontak, dengan 80% penduduk terancam menghadapi bencana kelaparan. Konflik di negara miskin di Semenanjung Arab itu telah menghancurkan sebagian besar kawasan tersebut.

Pergolakan tersebut juga meningkatkan ketegangan di Timur Tengah. Arab Saudi dan sekutu-sekutu Sunni mendukung pemerintah Yaman, sementara Iran mendukung pemberontak Syiah Houthi. (AFP/I-1)

Baca Juga

medcom.id

Menlu Pakistan Positif Covid-19

👤Antara 🕔Sabtu 04 Juli 2020, 09:48 WIB
Menlu Pakistan Qureshi mengarantina diri di rumah dan akan bekerja dari...
AFP/Sujit Jaiswal

Koreografer Bollywood Saroj Khan Meninggal Dunia

👤Antara 🕔Sabtu 04 Juli 2020, 08:55 WIB
Saroj yang berusia 71 tahun ini meninggal akibat serangan...
AFP

Partai Republik Khawatir Trump bakal Kalah di Pilpres AS

👤MI 🕔Sabtu 04 Juli 2020, 01:15 WIB
BEBERAPA petinggi Partai Republik mulai khawatir jelang kontestasi pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat (AS) pada November...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya