Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Arab Saudi Tunjuk Dubes Perempuan Pertama untuk AS

Willy Haryono
24/2/2019 20:45
Arab Saudi Tunjuk Dubes Perempuan Pertama untuk AS
(Putri Reema binti Bandar -- AFP/Medcom)

ARAB Saudi telah menunjuk seorang putri untuk menjadi perempuan pertama yang menduduki jabatan duta besar di Amerika Serikat (AS). Penunjukan ini dipandang sebagai usaha Saudi meredam kritik komunitas internasional, termasuk dari AS, mengenai kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Putri Reema binti Bandar menggantikan Pangeran Khalid bin Salman sebagai perwakilan utama Saudi di AS. Pangeran Khalid adalah adik Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman atau MBS.

MBS menjadi sorotan utama dalam kasus pembunuhan Khashoggi, karena jurnalis tersebut dikenal sebagai kritikus berbagai kebijakannya. Arab Saudi membantah MBS terlibat dalam pembunuhan Khashoggi.

Saat nanti mulai bertugas, Putri Reema akan menghadapi deretan anggota parlemen AS yang mengancam mengambil langkah tegas terhadap Arab Saudi atas pembunuhan Khashoggi.

Baca juga: Trump Sebut Hubungan AS-Pakistan Jauh Lebih Baik

"Penunjukan dubes baru memperlihatkan usaha Riyadh untuk memulihkan kembali hubungan dengan Washington terkait isu Khashoggi," ucap Kristian Ulrichsen, seorang pengamat dari Baker Institute di Universitas Rice di AS.

Anak dari mantan dubes Saudi di AS, Putri Reema telah lama menjadi aktivis pemberdayaan perempuan di Riyadh. Selama ini, Arab Saudi mendapat banyak kritik mengenai diskriminasi terhadap wanita.

Sebelum ditunjuk menjadi dubes, Putri Reema bekerja di Otoritas Olahraga Arab Saudi. Di sana, ia berjuang meningkatkan partisipasi perempuan dalam berbagai cabang olah raga.

Sementara Pangeran Khalid, salah satu anak Raja Salman bin Abdul Aziz Al Saud, selama ini memang dikabarkan segera meninggalkan Washington. Kabar itu berembus usai kasus Khashoggi menjadi sorotan dunia.

Menjadi dubes di AS sejak 2017, Pangeran Khalid akan menduduki jabatan wakil menteri pertahanan.

Kembali ke Khashoggi, kepolisian Turki yakin bahwa jasadnya mungkin telah dibakar. Hingga saat ini, jasad dari Khashoggi masih tidak diketahui keberadaannya.

Pada 2 Oktober, Khashoggi tewas dibunuh di gedung Konsulat Jenderal Arab Saudi di Istanbul. Pria yang tinggal di Amerika Serikat dan koresponden The Washington Post ini dikenal sebagai pengkritik Kerajaan Arab Saudi. (Medcom/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik