Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
INGGRIS mengecam keras pengusiran keluarga Abu Assab, warga Palestina, dari rumah mereka di Kawasan Muslim, Kota Tua Jerusalem Timur. Rumah itu akan diserahkan ke pemukim Yahudi, karena wilayah tersebut diduduki Israel.
Dalam sebuah pernyataan, Wakil Konsul Jenderal Inggris mengatakan pemerintahnya mengutuk penggusuran tersebut.
“Pemerintah Inggris mengutuk penggusuran Israel atas keluarga Abu Assab dari rumah mereka di Kota Tua Jerusalem,” kata Hall dalam sebuah pernyataan resmi dilansir dari laman kantor berita Palestina, WAFA, Rabu (20/2).
“Rumah itu telah menjadi tempat tinggal mereka selama beberapa dekade,” imbuh dia.
Hall menambahkan, operasi pengusiran yang dilakukan Israel merupakan pelanggaran hukum internasional. Aksi itu dapat merusak peluang perdamaian yang sedang diupayakan negara-negara internasional.
Baca juga: Trump Tanda Tangani Pembentukan Pasukan Angkasa Luar
Dia melanjutkan, pengusiran tersebut hanya menyebabkan penderitaan yang tidak perlu bagi warga Palestina.
Pada akhir pekan lalu, polisi Israel mengusir keluarga Palestina dari rumah mereka. Pengusiran dilakukan usai pengadilan tinggi Israel memutuskan pemukim Yahudi adalah pemilik yang sah.
Warga di lingkungan tersebut berselisih dengan polisi yang berjaga-jaga ketika selusin pemukim Israel menguasai bangunan besar itu.
Rania Abu Assab, yang tinggal bersama suami, anak-anak dan bibinya, berdiri menangis di luar ketika para pemukim mengibarkan bendera Israel di atap.
“Kami tinggal di sana, ini rumah saya, seluruh hidup saya. Mereka mengambil semuanya,” kata dia.
Rania menuturkan keluarga itu terpaksa meninggalkan semua perabot dan barang-barang mereka. Bahkan, suami dan putranya, Mehdi, ditangkap pasukan Israel usai disiksa secara fisik.
“Mereka mengganggu kegiatan polisi,” ucap juru bicara kepolisian Israel menjelaskan alasan mereka ditangkap. Namun, dia tidak memberitahu apakah keluarga Abu Assab itu sudah dibebaskan atau belum.
Kelompok pengawas Israel yang memantau aktivitas permukiman Jerusalem, Ir Amim mengatakan, keluarga Abu Assab telah menerima pemberitahuan pengusiran pada 3 Februari. Dalam surat pemberitahuan, mereka diminta meninggalkan rumah tersebut sebelum 28 Februari.
Dari laporan yang beredar, keluarga Abu Assab telah tinggal di rumah itu sejak 1960-an. Namun, sumber-sumber Palestina mengatakan mereka telah tinggal di rumah itu selama tiga generasi sejak 1952. (Medcom/OL-2)
Bantuan ini merupakan aksi kolaborasi antara sektor swasta dan lembaga filantropi Islam dalam merespons krisis kemanusiaan di Palestina.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) terus menunjukkan komitmennya dalam misi kemanusiaan global dengan menyalurkan bantuan paket makanan siap saji bagi warga terdampak konflik di Palestina.
Baznas kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina yang terdampak konflik. Kali ini, bantuan yang disalurkan berupa pakaian dengan total 2.400 paket.
Israel menutup Masjid Al-Aqsa untuk hari ketiga di tengah Ramadan 2026 pasca-perang dengan Iran. Warga Palestina peringatkan perubahan status quo permanen.
Dunia Arab kerap dipersepsikan secara simplistis sebagai kawasan yang identik dengan konflik dan instabilitas.
Ramadan menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas umat Islam sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang tengah berada dalam kondisi sulit.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved