Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Gabung IS, Kewarganegaraan Perempuan Inggris Dicabut

Fajar Nugraha
20/2/2019 15:00
Gabung IS, Kewarganegaraan Perempuan Inggris Dicabut
Shamima Begum (paling kanan) saat tertangkap kamera keamanan meninggalkan Inggris menuju Suriah.(AFP)

KEINGINAN seorang perempuan Inggris mendapatkan kembali kewarganegaraannya setelah pergi ke Suriah untuk berperang bersama militan Islamic State (IS), menemui jalan buntu.

Hal ini terjadi setelah Pemerintah Inggris berencana mencabut kewarganegaraannya. Kabar itu disampaikan pengacara keluarga Shamima Begum, Tasnime Akunjee.

“Keluarga sangat kecewa dengan niat Kementerian Dalam Negeri untuk mengeluarkan perintah yang membuat Shamima kehilangan kewarganegaraannya,” ujar Akunjee, dalam akun Twitter, yang dikutip CBS, Rabu (20/2).

“Pihak keluarga itu sudah mempertimbangkan semua jalan hukum untuk menantang keputusan ini,” imbuhnya.

ITV News melaporkan keluarga tersebut telah menerima surat dari Kementerian Dalam Negeri, yang mengawasi imigrasi, mengatakan bahwa perintah yang mencabut kewarganegaraan Inggris Begum sudah dibuat.

Baca juga: 24 Tewas akibat Ledakan Bom Ganda di Suriah

Surat itu mengatakan Begum dapat mengajukan banding atas keputusan tersebut. Begum meninggalkan London dengan dua teman pada 2015, ketika dia berusia 15 tahun dan melakukan perjalanan ke Suriah.

Sekarang berusia 19 tahun dan tinggal di sebuah kamp pengungsi, dia berkata bahwa dia telah melahirkan seorang bayi dan ingin pulang ke rumah.

Kasus ini telah memicu kembali perdebatan di Inggris tentang bagaimana berurusan dengan warga negara yang bergabung dengan IS tetapi ingin kembali ke rumah sekarang karena kelompok itu berada di ambang kehancuran.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah menuntut agar negara-negara Eropa mengambil kembali warga mereka yang berperang di Suriah, tetapi negara-negara Eropa khawatir tentang keamanan. Begum ditemukan bulan ini oleh surat kabar The Times di sebuah kamp pengungsi di Suriah.

Dia mengatakan telah melarikan diri dari kantong terakhir IS. Remaja itu mengatakan dia menikah dengan pejuang IS, kehilangan dua anak karena kekurangan gizi dan penyakit, dan ingin bayi laki-lakinya yang baru lahir tumbuh di Inggris.

Dalam serangkaian wawancara dengan media Inggris, dia mengkritik beberapa aspek IS dan kekhalifahan yang memproklamirkan diri, tetapi mengatakan dia tidak menyesal pergi ke sana.

Dia mengatakan dia ‘baik-baik saja’ dengan pemenggalan kepala yang dilakukan pengikut IS karena dia percaya itu diperbolehkan berdasarkan hukum Islam.

"Saya pikir banyak orang harus bersimpati kepada saya untuk semua yang saya lalui. Saya hanya berharap bahwa mungkin untuk saya, demi saya dan anak saya, mereka membiarkanku kembali,” ujar Shamima kepada Sky News.

Menteri Dalam Negeri Sajid Javid, mengatakan ia tidak akan ragu-ragu mencegah kembalinya warga Inggris yang bepergian ke luar negeri untuk bergabung dengan IS.

Pemerintah Inggris memiliki kekuatan untuk menghilangkan kewarganegaraan dengan alasan keamanan nasional, meskipun itu akan membuat individu tersebut kewarganegaraan. (Medcom/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya