Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Filipina Berjanji Habisi Teroris Pengebom Gereja

Antara
28/1/2019 12:00
Filipina Berjanji Habisi Teroris Pengebom Gereja
(Bendera Filipina -- AFP PHOTO / TED ALJIBE)

FILIPINA menegaskan tekad menghancurkan mereka yang berada di belakang bom kembar yang menewaskan 20 orang dalam misa pada Minggu (27/1) di bagian selatan negara itu, enam hari setelah referendum mengenai otonomi untuk kawasan yang mayoritas berpenduduk Muslim.

Serangan tersebut mencederai lebih 100 orang dan merupakan salah satu serangan paling mematikan dalam beberapa tahun belakangan di kawasan yang tidak stabil.

Serangan itu terjadi di tengah-tengah harapan dan suka cita mengenai ratifikasi sebuah rencana yang bertujuan membawa pembangunan, pekerjaan dan perdamaian ke salah satu tempat paling miskin dan sangat rapuh di Asia.

Bom pertama meledak di dalam katedral di Pulau Jolo di Provinsi Sulu, dan diikuti ledakan kedua di luar, kata para pejabat. Pasukan keamanan bergegas ke tempat kejadian ketika terjadi ledakan pertama.

Baca juga: IS Klaim Serangan Bom di Gereja Filipina

"Musuh-musuh negara menantang kemampuan pemerintah memberikan keselamatan rakyat di kawasan itu," kata Salvador Panelo, juru bicara Presiden Rodrigo Duterte. "Angkatan bersenjata Filipina akan bangkit menghadapi tantangan dan menghabisi para penjahat yang tak bertuhan."

IS mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu melalui kantor beritanya Amaq, dengan menyatakan para anggotanya melakukan pengeboman bunuh diri yang dikatakan menewaskan 120 orang.

Polisi menyelidiki tetapi menyangka aksi itu merupakan pekerjaan Abu Sayyaf, kelompok militan dpmestik yang berjanji patuh kepada IS dan terkenal karena melakukan berbagai serangan-serangan dan kejam.

"Mereka ingin menunjukkan kekuatan dan menebar kekacauan," kata Kepala Kepolisian Nasional Oscar Albayalde kepada radio DSMM, dengan menyatakan bahwa Abu Sayyaf adalah tersangka utama.(Uu.M016/M007)

Serangan tersebut menewaskan sejumlah warga sipil tetapi juga lima prajurit. Kepolisian menurunkan jumlah korban tewas dari 27 jadi 20, setelah menemukan duplikasi dalam catatan awal.

Jolo merupakan benteng kelompok tersebut, yang melakukan perompakan dan penculikan. Kelompok tersebut yang beroperasi di perairan dan kepulauan di bagian barat Mindanao, telah memenggal sejumlah sandera asing ketika uang tebusan tidak dipenuhi.

Gambar-gambar di dalam gereja di Jolo itu memperlihatkan bangku-bangku kayu hancur dan puing-puing terserak di lantai.

Ketika berbicara di Panama, Paus Fransiskus mengutuk apa yang dia sebut sebagai serangan teroris dan mendoakan bagi para korban tewas dan cedera.

Serangan tersebut terjadi setelah pengumuman pada Jumat (25/1) bahwa kawasan itu telah meratifikasi pembentukan kawasan otonomi yang disebut Bangsamoro, dengan 85% pemberi suara mendukungnya.

Walaupun Sulu adalah satu-satunya kawasan yang menolak otonomi itu, kawasan itu masih akan jadi bagian entitas baru tersebut ketika kawasan baru sepenuhnya terbentuk pada 2022. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya