Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
DI Mission, Texas, pembangunan tembok di perbatasan antara Amerika Serikat dan Meksiko untuk mencegah masuknya imigran gelap dari Meksiko telah dimulai. Ternyata, ada korban dari pembagunan tembok itu yaitu kupu-kupu.
Mission yang berada di Lembah Rio Grande merupakan lokasi National Butterfly Center, lembaga swasta nirlaba yang mengelola kawasan suaka bagi serangga tersebut di habitat asli mereka.
Kini, tembok yang merupakan mercusuar di kebijakan imigrasi Trump akan membelah dua kawasan suaka itu dan memperumit kerja untuk menyelamatkan kupu-kupu yang ada.
"Lahan ini dulunya adalah ladang bawang," ujar Luciano Guerra yang bertanggung jawab atas pendidikan di suaka tersebut. "Kami mengubahnya kembali seperti aslinya."
Baca juga: Gara-Gara Shutdown, Trump Larang Ketua DPR Gunakan Pesawat Pemerintah
"Ketika kami menciptakan habitat bagi kupu-kupu, burung akan datang karena mereka suka memakan kupu-kupu dan ulat. Burung itu kemudian menarik hewan lain yang menjadi predator mereka dan begitu seterusnya."
"Lebih dari 200 spesies bisa ditemukan di sini. Bahkan pada musim semi atau gugur, bisa ditemukan antara 80 dan 100 spesies kupu-kupu dalam sehari di sini," imbuhnya.
Yang paling terkenal adalah kupu-kupu monarch karena sayap mereka yang berwarna oranye dan hitam.
"Membangun tembok akan sangat merusak habitat mereka," ungkap Guerra. (AFP/OL-2)
Mitra dagang Amerika Serikat (AS) di Asia menghadapi ketidakpastian baru setelah Presiden Donald Trump mengumumkan tarif impor tambahan
Pasca-Mahkamah Agung AS menyatakan tarif impor ilegal, pemerintahan Trump justru meluncurkan kebijakan baru.
Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan peringatan darurat bagi warga Amerika di Meksiko untuk segera mencari tempat berlindung menyusul kerusuhan akibat tewasnya bos kartel El Mencho.
Utusan khusus AS mengungkap rasa penasaran Donald Trump atas sikap Iran di tengah kepungan militer. Sementara itu, gelombang protes mahasiswa pecah di Teheran.
Dalam wawancara terbaru, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menolak keras konsesi wilayah dan menyoroti tekanan dari Donald Trump terkait gencatan senjata.
Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen, menolak tawaran kapal rumah sakit Donald Trump dan menyindir sistem kesehatan AS yang berbayar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved