Sabtu 13 Oktober 2018, 17:00 WIB

Bursa Saham Terkoreksi, Ekonomi AS Diklaim Masih Stabil

Tesa Oktiana Surbakti | Internasional
Bursa Saham Terkoreksi, Ekonomi AS Diklaim Masih Stabil

AFP

 

MENTERI Keuangan Amerika Serikat (AS) Steven Mnuchin menegaskan perekonomian Negeri Paman Sam tetap kuat. Pelemahan kinerja bursa saham AS pekan ini disebutnya sebagai koreksi alamiah.

Dalam dua hari terakhir, bursa saham AS maupun global terkoreksi cukup tajam. Kondisi itu tidak lepas dari kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS (The Fed), serta konflik perdagangan AS-Tiongkok yang belum reda. Menurut Mncuhin, kekhawatiran pasar terhadap dua faktor tersebut terlalu jauh, sehingga harus segera diperbaiki.

Di sela-sela pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF) dan World Bank Group (WBG), Mncuhin mengungkapkan adanya sinyal pemulihan indeks saham acuan Wall Street pada perdagangan Jumat (12/10). 

Bursa saham Wall Street sempat tidak stabil hingga merosot ke zona merah. Namun kemudian kembali menguat, meski sepanjang pekan ini terkoreksi 4%.

Kalangan investor diketahui terus mengamati laporan keuangan perusahaan, mayoritas perbankan besar membukukan kinerja kuartal ketiga dengan capaian positif. Analis berpendapat perang dagang AS-Tiongkok sedikit banyak mempengaruhi capaian laba korporasi. 

Mnuchin turut menekankan serangan yang dilontarkan Presiden AS Donald Trump kepada The Fed tidak perlu terlalu dirisaukan. Pada dasarnya, lanjut dia, Trump menghormati independensi Bank Sentral AS di bawah kepemimpinan Jerome Powell.

Belum lama ini, Trump berulangkali menyebut The Fed kurang waras lantaran terlalu agresif menaikkan suku bunga acuan (Fed Fund Rate/FFR). Dia pun sempat menyalahkan kebijakan The Fed yang menyebabkan pelemahan indeks bursa saham AS. Seperti indeks Dow Jones Industrial Average yang kehilangan 1.400 poin dalam dua hari.

"Pendapat Presiden Trump sudah jelas, bahwa dia lebih menyukai tingkat suku bunga rendah. Itu yang menjadi maksud sebenarnya," tukas Mnuchin seraya menambahkan pekerjaan Gubernur The Fed Jerome Powell sudah optimal.

Lebih lanjut dia memastikan fundamental ekonomi AS masih kuat, termasuk dari sisi pendapatan negara. 

"Saya melihat yang terjadi di bursa saham saat ini merupakan koreksi alamiah, setelah sebelumnya pasar saham naik cukup banyak," imbuh Mncuhin.

Sejumlah ekonom memproyeksikan The Fed kembali menaikkan suku bunga acuan pada akhir tahun, sedangkan tahun depan kenaikannya diperkirakan mencapai 3-4 kali. 

Di lain sisi, angka pengangguran di AS turun signifikan hingga menyentuh level terendah dalam 48 terakhir. Hal itu didorong penciptaan lapangan kerja bulanan yang relatif stabil.

Beberapa pejabat Bank Sentral AS mengirimkan sinyal lebih hawkish terkait kebijakan suku bunga acuan, yang mana semakin bertentangan dengan keinginan Trump. Dalam menanggapi serangan Presiden AS, Powell menegaskan kemandirian politik sudah menjadi DNA pimpinan The Fed. (AFP/OL-3)

Baca Juga

AFP/Daniel SLIM

Korban Tewas Covid-19 di AS Melebihi Perang Dunia II

👤Nur Aivanni 🕔Kamis 21 Januari 2021, 08:34 WIB
Pada malam hari, pelacak menunjukkan bahwa 405.400 orang telah meninggal akibat penyakit yang disebabkan virus korona baru itu di...
AFP/Drew Angerer/Getty Images

Kendali Senat AS Beralih ke Partai Demokrat

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 21 Januari 2021, 08:00 WIB
Dengan mengambil alih kendali Senat dan mempertahankan kekuasaan di DPR, Partai Demokrat kini menguasai semua tingkat kekuatan di...
 Alex Wong/Getty Images/AFP

Trump Tulis Surat, Biden: Surat yang Sangat Murah Hati

👤Nur Aivanni 🕔Kamis 21 Januari 2021, 07:34 WIB
Presiden AS Joe Biden mengatakan bahwa Donald Trump telah meninggalkan surat yang sangat murah hati di Oval Office, sesuai dengan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya